NABIRE — Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang pengabdian prajurit, tetapi juga menjadi saat untuk kembali merangkul keluarga besar TNI yang telah lebih dahulu kehilangan orang-orang tercinta.

Semangat itu diwujudkan jajaran TNI bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) melalui kegiatan anjangsana dan penyerahan tali asih kepada para Warakawuri serta keluarga purnawirawan TNI di Kabupaten Nabire, Jumat (18/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 10 keluarga Warakawuri dikunjungi. Kehadiran jajaran TNI dan Persit menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga tali silaturahmi dengan keluarga para prajurit yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nabire, Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan, M.Tr.Opsla., mengatakan tali asih yang diberikan bukan semata-mata bantuan, melainkan wujud perhatian dan penghormatan institusi TNI kepada para purnawirawan dan keluarganya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin tetap menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan para Warakawuri serta keluarga purnawirawan. Ini merupakan bentuk perhatian dan rasa terima kasih atas jasa serta pengabdian yang telah diberikan kepada TNI,” ujarnya.

Menurut Danlanal, kegiatan anjangsana juga menjadi kesempatan bagi prajurit aktif untuk terus menjaga hubungan kekeluargaan dengan para senior yang telah lebih dahulu menjalankan tugas dan pengabdian.

Nilai-nilai perjuangan serta pengalaman para purnawirawan, kata dia, menjadi bagian penting yang patut terus dikenang dan diteladani oleh generasi prajurit saat ini.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Persit KCK yang ikut mendampingi kunjungan serta menyerahkan tali asih kepada para Warakawuri dan keluarga purnawirawan.

Ketua Persit KCK Cabang XX Kodim 1705/Nabire, Ny. Arina Dwi Palwanto, mengatakan anjangsana merupakan wujud silaturahmi sekaligus penghormatan kepada para pendahulu di lingkungan keluarga besar TNI.

“Ini merupakan wujud silaturahmi dan penghormatan kepada para pendahulu. Kami ingin memastikan bahwa jasa-jasa para purnawirawan dan Warakawuri tetap dikenang oleh generasi penerus,” katanya.

Ia berharap hubungan antara anggota Persit yang masih aktif dan para Warakawuri terus terpelihara. Dengan demikian, kekompakan, solidaritas dan rasa kekeluargaan dalam keluarga besar TNI di Nabire tetap tumbuh dan terjaga.

Suasana haru sekaligus bahagia tampak mewarnai sejumlah kunjungan. Para Warakawuri menyambut kedatangan keluarga besar TNI dengan penuh kehangatan.

Salah satu perwakilan Warakawuri, Ibu Rumi (Adonia Levmonai), mengaku terharu sekaligus bangga karena perhatian dari keluarga besar TNI tetap dirasakan meski sang suami telah meninggal dunia.

Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepedulian yang terus diberikan kepada keluarga purnawirawan.

“Terima kasih banyak di hari ulang tahun TNI ini. Walaupun suami saya sudah tiada, saya sangat bangga dan senang karena keluarga besar TNI masih ingat dan datang mengunjungi kami. Puji Tuhan, terima kasih untuk perhatian di sore hari yang baik ini,” ungkapnya.

Anjangsana tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan pengabdian TNI tidak hanya meninggalkan catatan dalam institusi, tetapi juga ikatan kekeluargaan yang terus hidup bersama para purnawirawan dan Warakawuri.

Di momentum HUT ke-81 TNI, perhatian kepada mereka menjadi salah satu cara untuk menjaga mata rantai sejarah, menghormati pengabdian para pendahulu, sekaligus merawat persaudaraan dalam keluarga besar TNI di Kabupaten Nabire. (Luk)