HPSN Momentum Penting Pengelolaan Sampah di Indonesia
NABIRE - Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2024, yang diperingati pada Kamis, 29 Februari 2024 di Taman Gizi Oyehe Nabire, Papua Tengah merupakan momentum penting dalam sejarah pengelolaan sampah di Indonesia, yaitu momentum untuk membangkitkan memori kolektif kita agar secara terus menerus berupaya keras membangun pengelolaan sampah yang lebih baik dan berwawasan lingkungan, agar tidak mengulang tragedi kelam di masa kini dan masa akan datang.

NABIRE - Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2024, yang diperingati pada Kamis, 29 Februari 2024 di Taman Gizi Oyehe Nabire, Papua Tengah merupakan momentum penting dalam sejarah pengelolaan sampah di Indonesia, yaitu momentum untuk membangkitkan memori kolektif kita agar secara terus menerus berupaya keras membangun pengelolaan sampah yang lebih baik dan berwawasan lingkungan, agar tidak mengulang tragedi kelam di masa kini dan masa akan datang.
Bupati Nabire, Mesak Magai dalam sambutannya, mengatakan perubahan paradigma pengelolaan sampah dari kumpul angkut hingga buang itu hindari, batasi, pilah, olah dan proses, itu harus menjadi kebutuhan kita bersama. Sehingga urusan sampah bukan lagi sebagai sumber pemborosan sumber daya.
Lanjutnya, sumber lingkungan dan polusi yang perusak mengancam kehidupan bumi yang hanya satu ini. Sebaliknya, urusan sampah harus memberikan manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi secara bersamaan untuk kita semua.
Mesak Magai menambahkan, dalam konteks perubahan iklim, tercatat temperatur global naik sekitar 1.2 °C, lebih tinggi dibandingkan suhu panas rata-rata di abad ke-20. Berdasarkan pengamatan BMKG tahun 2023, Indonesia mengalami temperatur terpanas sepanjang sejarah dengan suhu rata-rata sebesar 27,2 °C yang merupakan anomali suhu udara rata-rata tahun 2023, lebih tinggi 0,5 °C dibandingkan suhu rata-rata periode 1991-2020.
Menurut laporan yang diterbitkan PBB, bencana yang berkaitan dengan cuaca meningkat 5 kali lipat dalam 50 tahun terakhir ini dan berpengaruh buruk terhadap kehidupan 21 juta orang setiap tahun. Tahun 2023 untuk pertama kalinya Indonesia mengalami kekeringan sepanjang 4 bulan hampir tanpa hujan.
Salah satu kejadian dampaknya satu kebakaran adalah di tempat pembuangan akhir (TPA) di beberapa daerah di Indonesia, tercatat ada 35 kejadian kebakaran lahan yang tersebar di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Kebakaran TPA tersebut menjadi sumber polusi udara yang berdampak buruk terhadap kesehatan manusia, karena melepaskan polutan seperti dioksin, furan, monoksida, dan sulfur berbahaya karbon.
Bupati Nabire mengatakan, ancaman polusi dari kegiatan pengelolaan sampah tidak hanya berupa polusi udara yang muncul dari kebakaran TPA atau pembakaran sampah secara terbuka, namun juga berasal dari sampah plastik yang mencemari tanah, sungai, danau dan laut.
Berdasarkan data United. Nations Environment Programme (UNEP), jumlah sampah plastik yang masuk ke ekosistem akuatik dapat meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2040, apabila tidak ada upaya untuk mencegah polusi plastik. Jumlah polusi plastik sekitar 914 juta ton pada 2016 berpotensi menjadi 23-27 juta ton pada 2040, ancaman polusi plastik tersebut menjadi perhatian global.
Hal ini mengacu pada Surat Edaran Menteri LHK nomor 2/2024 tentang Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024, dimana peringatan HPSN kali ini mengambil tema 'Atasi sampah produktif'. Tema tersebut memberi pesan buat kita semua bahwa urusan sampah plastik adalah urusan penting dan mendesak, sehingga harus menjadi salah satu urusan prioritas kita semua, terutama teman-teman di tingkat kabupaten dan kota.
Selain itu, Mesak menandaskan, menyelesaikan urusan sampah plastik tidak cukup dengan cara biasa-biasa saja, namun butuh cara luar biasa yang memerlukan gagasan dan inovasi baru yang produktif sehingga memaduserasikan antara kepentingan ekonomi dengan kepentingan lingkungan dan sosial.
Peringatan HPSN 2024 difokuskan untuk mempersiapkan readiness Indonesia dalam menghadapi ILBI On Plastic Pollution guna mewujudkan penyelesaian polusi plastik di Indonesia. Selain Itu, peringatan HPSN 2024 juga ditujukan untuk memenuhi target nasional dalam penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor limbah dan sampah.
Harap Mesak, HPSN 2024 kita jadikan momentum untuk memperkuat posisi pemerintah Indonesia dalam kesiapan dalam melaksanakan komitmen 'Zero Waste Zzero Emission 2050'. Hal ini sebagai usaha bersama untuk memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah sebagai pendorong pertumbuhan perekonomian manifestasi sampah Indonesia. "Dan prinsip sebagai pengelolaan berkelanjutan yang memaduserasikan antara ekonomi, sosial, lingkungan dan hidup. Sehingga diharapkan kita dapat mengatasi polusi plastik dengan cara produktif," tuturnya.
Cara produktif dalam mengatasi sampah plastik, yakni memperkuat komitmen, peran aktif pemerintah dan pemerintah daerah dalam mengatasi polusi akibat sampah plastik, memperkuat partisipasi publik dalam mengurangi polusi plastik melalui perubahan perilaku menuju gaya hidup minim sampah-sampah dan pembudayaan memilah sampah.
Memperkuat komitmen dan tanggung jawab produsen dan pelaku usaha implementasi berkelanjutan. Business lainnya bisnis dengan dalam yang sustainable menjadikan sampah plastik sebagai bahan baku ekonomi produktif. Membangun dan mempromosikan Ekosistem Ekonomi Sirkuler (EES) dalam pengelolaan sampah secara menyeluruh mulai dari disen dan produksi, importasi, distribusi dan ritel, konsumsi, paska konsumsi dan pengolahan akhir.
Seusai sambutan, Mesak Magai pada pukul 09.47 WIT, menyerahkan secara simbolis alat-alat bantuan kebersihan kepada perwakilan masyarakat Nabire selaku penerima bantuan. Nabire bebas sampah menuju Nabire Hebat, diikuti oleh seluruh peserta apel dan tamu undangan.
Turut hadir Letkol Laut Pius Herdasa Krisna Murti Danlanal Nabire, Yediva Rum, S.H, M.H Kajari Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, S.T, M.T Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nabire, Iskandar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nabire, Kompol I Wayan Laba, S.H, M.H Wakapolres Nabire, Iptu Y. Wairi Danki Brimob Yon C Nabire, Letda Inf Fritz Karubaba Pasandi dari Kodim 1705/Nabire, Letda Inf Faisal Pama dari Yonif 753/AVT, perwakilan PLN Kabupaten Nabire, Komunitas Nabire Hebat dan perwakilan sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di Nabire.(feb)
Bagikan artikel ini



