MOANEMANI – Khotbah yang terakhir Pastor Paroki Mauwa Moamemani selaku dekanat Kamuu dan Mapia sebelum melanjutkan tugas baru sebagai Pastor Paroki Tiga Raja di Timika, “Siapapun menjadi pemimpin dia relakan diri pikul salibnya. Mampu menghadapi kesulitan yang memang tidak mudah itu, merendahkan diri dalam kehidupan menanggung segala pemderitaannya,”.

Resiko berat yang dihadapi sebagai pemimpin dalam kehidupanya tidak mulus itu, mantan Pastor Paroki Gereja Antonius Padua Wonorejo Nabire ini juga memimpin dalam sebuah instansi pemerintah. Tulus kelembutan dalam sikap rela mengorbankan diri dna tak ada hal mulus.

Oleh karena itu, dalam kondisi masa–masa penantian prapaskah kesabaran, tekanan nafsu dan emosional pemimpin bertanggunjawab dan kerengadan hati untuk mencapai kepada satu tujuan dan tetap setia kepada kebenaran yang timbul dari hati nurani.

Isi homili pastor itu, dalam rapat dewan pleno Paroki Maria menerima kabar gembira Bomomani Mapia. Intinya dalam suasana paskah bentuk solideritas merenovasi gereja dalam suasana kekompakan dan kebersamaan umat di Mapia.

Keterlibatan Ketua Dewan Paroki dan Pastor Paroki Ignatius Prasetia Handaya Wicaksana, Pr. Tak ketinggalan umat Gereja Katolik Paroki Imagulata Moanemani, perbaikan pagar gereja juga penimbunan gereja baru yang akan dibangun ini nenanggapi isi homili ini tak mudah mengambil resiko. Rerakan diri pikul salib dalam suasana paskah ini.(don)