NABIRE - Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) Kabupaten Nabire tengah bersiap menghadapi agenda penting, yakni pemilihan ketua umum dan kepengurusan baru. Proses ini dirancang secara komprehensif, melibatkan seluruh elemen kerukunan di tingkat kabupaten, bahkan hingga merambah ke jangkauan Provinsi Papua Tengah. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat persatuan dan kontribusi komunitas Jawa, Sunda dan Madura (JSM) dalam pembangunan daerah.

Ketua Panitia HKJSM, Agus Suprayitno, S.Sos., MH, mengungkapkan rincian langkah-langkah yang akan diambil. Untuk tingkat Kabupaten Nabire, proses pemilihan akan bersifat inklusif dengan mengundang seluruh kerukunan JSM yang ada. 

Pertemuan ini nantinya akan merumuskan mekanisme pemilihan, di mana ketua-ketua kerukunan beserta pengurusnya akan diundang untuk berembuk dan memilih satu tokoh yang dianggap mumpuni untuk menjabat sebagai Ketua Umum HKJSM Nabire.

"Untuk tingkat kabupaten pemilihannya nanti semua kerukunan yang ada di Kabupaten Nabire kita undang. Mungkin nanti kita rumuskan dan mungkin dari ketua-ketua kerukunan, mungkin dengan pengurusnya kita undang untuk memilih satu tokoh menjadi ketua umum dan kepengurusan," jelas Agus Suprayitno saat diwawancarai awak media di gedung Padepokan Pencak Silat Jalan Wadio, Sabtu (25/10/2025).

Lebih lanjut, inisiatif ini tidak berhenti di tingkat kabupaten saja. HKJSM juga berkomitmen membentuk kepengurusan di tingkat Provinsi Papua Tengah. Langkah maju ini penting mengingat HKJSM berkeinginan menjadi payung besar yang menaungi seluruh kerukunan JSM di wilayah tersebut.

Proses pemilihan tingkat provinsi akan melibatkan koordinasi lintas kabupaten. "Untuk tingkat provinsi, nanti kita akan menginformasikan kepada kabupaten-kabupaten 8 kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah yang ada suku Jawa, Sunda, Madura untuk mengirimkan delegasinya," tambah Agus.

Langkah ini akan berujung pada pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) di tingkat Provinsi Papua Tengah. Mubes ini merupakan wadah tertinggi untuk menyatukan visi, misi dan aspirasi, sekaligus menjadi forum puncak untuk memilih Ketua Umum HKJSM Provinsi Papua Tengah yang baru. Dengan demikian, kepengurusan yang terbentuk akan memiliki legitimasi kuat dari seluruh perwakilan JSM se-Papua Tengah.

Pembentukan kepengurusan yang solid, baik di kabupaten maupun provinsi, menjadi penekanan utama. Diharapkan, dengan kepemimpinan yang terpilih, HKJSM dapat semakin aktif menjadi jembatan silaturahmi, mempromosikan nilai-nilai kerukunan dan berkontribusi nyata dalam setiap aspek pembangunan, menjadikan komunitas JSM sebagai bagian integral dari kemajuan Nabire dan Papua Tengah.

Pemilihan ketua ini bukan sekadar pergantian tampuk kepemimpinan, melainkan sebuah momentum untuk menata langkah, menyusun program kerja yang lebih strategis, dan memastikan bahwa suara serta peran komunitas Jawa, Sunda dan Madura terus bergema dalam harmoni keberagaman di Bumi Cenderawasih.(sam)