NABIRE - Perkumpulan Hidup Petani Nyata atau (Hipeta), pada Jumat (1/8/25) lalu telah menyerahkan sebanyak 541 dokumen persyaratan sertifikasi lahan pertanian dan pemukim Maniwur Land kepada ATR/BPN Kabupaten Nabire.

Dari 541 dokumen tersebut merupakan upaya Hipeta untuk mendukung program kerja pemerintah, baik di tingkat kampung, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat.

Dikatakan Ketua Hipeta Kristovel Mara, A.Md.,Tek, kepada Papuapos Nabire, pada 20 Desember 2023 silam, Hipeta menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman bersama Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk melaksanakan sertifikasi lahan pertanian milik anggota Hipeta dan mendukung program ATR/BPN dan sosialisasi serta diskusi sudah dilakukan sejak tahun 2024 lalu.

Lanjutnya, program kerja Hipeta untuk motivasi, edukasi dan pendampingan. Program ini diusulkan sebagai lahan ruralisasi atau perpindahan penduduk dari kota ke kampung atau yang sering kita sebut Transmigrasi Lokal melalui Dinas ESDM, Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Provinsi Papua Tengah.

Adapun penyerahan 541 dokumen persyaratan sertifikasi lahan pertanian dan pemukim Maniwur Land kepada ATR/BPN merupakan upaya Hipeta untuk mendukung program kerja pemerintah.

Harapan Ketua Hipeta Nabire, program ini dapat berjalan dengan baik untuk membuka sentral ekonomi baru di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah sebagai areal ketahanan pangan yang dapat dijadikan roll model bagi pemerintah.(rob)