‘Hiduplah Sebagai Hamba Allah’, Kotbah Minggu Perayaan Tujuh Belas Agustus

MOANEMANI – Kotbah Pastor Gaspar Bihala, OFM, Pembina Asrama Putra/Putri Moanemani ini pada Perayaan Minggu 17 Agutus 2025 di Gereja Katolik Imagulata Moanemani. “Bacaan firman Tuhan hari itu terarah kepada kita manusia baik yang status sebagai rakyat maupun sebagai penguasa atau pemimpin pemerintahan. Apa yang dilakukan semuanya sebagai satu kesatuan yang hidup dalam lembaga dunia ini,” ujarnya.
Rasul Paulus mengajak supaya mengerjakan atau ‘hidup sebagai hambah Allah’, sadarilah seluruh perilaku kehidupan manusia hanya untuk mengabdi kepada Allah dan bukan kepada hamba dunia.
Itulah cara hidup sebagai orang–orang yang Merdeka, yang dimerdekakan oleh Kristus yang mati di kayu salib. Orang yang hidup sebagai hamba dunia adalah mereka yang menyalagunakan kemerdekaan itu. Untuk menutup atau membungkus sebagian dengan jenis kejahatan, kata Rasul Paulus.
Setiap pribadi manusia secara khusus ditunjukan kepada pimpinan atau elit siapa pun, hendaknya berlaku dengan arif dan bijaksana. Karena dengan pempimpin yang arif, terdidik, adil dan jujur, maka rakyatnya akan mengalami sejahtera. Meraka yang tidak terdidik akan membinasakan rakyatnya. Tetapi sebuah kota yang sejahtera, berkat kearifan para pembesarnya.
“Ini ajakan kepada kita untuk melihat dan menilai apa yang sesungguhnya Allah mau umtuk pemimpin kita. Pemimpin yang adalah hamba Allah, menjalankan apa yang mau atau dikehendaki Allah dan melaksanakan dengan cara Allah yang berbaik bagi semua manusia. Supaya manusia hidup sejahtera bukan di bawah tekanan juga di bawah penindasaan,” urainya.
Hidup sebagai hamba Allah berlaku untuk semua manusia. Karena yang pernah menaruh benci kepada sesamamu, apa pun kesadaranya, Allah tidak pernah mengajarkan manusia siapa pun untuk membenci sesamanya.
Manusia dalam bentuk fisik tidak boleh dibenci, tetapi sifat yang ada dalam diri manusia. “Itulah yang layak kita benci, jangankan kita Allah juga membenci kejahatan yang dibuat manusia. Nafsu atas dunia kecongkakan dibenci Tuhan maupun manusia. Karena itu Tuhan memerintahkan jangan berbuat apa–apa terpengaruh oleh nafsu, ingatlah akar dari semua kejahatan adalah nafsu atas dunia ini,” urainya.
Akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang atau keserakahan. Timotius 6:10, itulah orang–orang yang menghambakan dirinya atas kemauan dunia ini saja. Buatkan kepada kaisar yang kamu berikan dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah, kata Yesus.
Tambahnya, Tuhan tidak pernah menutut dari manusia baginya dari hal–hal dunia ini, tetapi Tuhan tuntut bagian dari kita adalah perilaku yang bijak dan arif, kejujuran dan keadilan cinta kasih dan segala kebaikan. “Itulah yang wajib kita berikan kepada Allah. Tuhan memberkati kita, amin,” tandasnya.(don)
Bagikan artikel ini



