Hearing Kelompok II DPRD Nabire Ke Puskesmas Kali Bumi
NABIRE – Kegiatan Hearing dari Kelompok II anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire meninjau penyelesaian pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kali Bumi di Satuan Pemukiman (SP) II Distrik Nabire. Realisasi pekerjaan sudah mencapai 80 persen.

NABIRE – Kegiatan Hearing dari Kelompok II anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire meninjau penyelesaian pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kali Bumi di Satuan Pemukiman (SP) II Distrik Nabire. Realisasi pekerjaan sudah mencapai 80 persen.
Ketua Kelompok II hearing, Musa Malissa didampingi David Kadepa di ruang kerjanya, Senin (4/7) mengatakan kelompok II hearing anggota dewan sudah meninjau langsung pembangunan Puskesmas Kali Bumi hari ini (Senin,4/7) untuk melihat secara langsung penyelesaian pekerjaannya.
Musa Malissa mengatakan, saat sidang paripurna dalam rangka mendengarkan Laporang Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Nabire tahun anggaran 2021 dan pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Silas Numbogre menjelaskan penyelesaian pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Kali Bumi sudah mencapai 60 persen. Namun, menurut hasil turun langsung DPRD, penyelesaian pekerjaan sudah mencapai 80 persen.
Apoteker ini mengungkap, sementara ini tinggal menyisakan pemasangan keramik di lantai atas, perelatan medis sudah siap untuk digunakan. Yang belum selesai pemasangan intalasi listrik dan air serta pembersihan halaman.
Legislator dari Partai Perindo menambahkan, Komisi B akan mengundang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire pada pekan depan untuk mendengarkan keterangan dari instansi teknis terkait dengan pembangunan Puskesmas tersebut. Komisi B sudah menjadwalkan pertemuan dengan mitra Komisi B akan dilaksanakan pekan depan.
Ketika ditanya keluhan masyarakat dan soal kondisi gedung Puskesmas Wanggar Sari (SP B) Distrik Wanggar, Musa Malisa mengatakan, bangunan gedung saja ada yang sudah retak. Oleh karena itu, mengkuatirkan kenyamanan petugas dan pasien ketika terjadi gempa. Karena, Nabire merupakan daerah rawan gempa.
Menurut pengamatan sepintas dua pekan lalu, kaca jendela dan pintu juga tidak nyaman. Karena tidak ada karet pengaman antara kaca dan aluminum bingkai pintu dan jendela. Halaman Puskesma Perawatan Wanggar itupun masih kotor, belum ditata.
Musa Malissa mengatakan, tidak adanya sekat antara kaca jendela dan pintu dengan bingkai dari aluminum karena memang dari awal tidak ada di dalam RAP. (ans)
Bagikan artikel ini



