NABIRE - Guna melihat dan bertatap muka langsung dengan para Pedagang Pasar Sentral Kalibobo, Senin (16/4), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire Kelompok IV (Empat) melaksanakan Hearing (dengar pendapat) dengan para pedagang bertempat di Terminal Transit Pasar Sentral Kalibobo pukul 09.00 WIT. Kelompok IV Hearing DPRD Nabire yang terpusat di Pasar Sentral Kalibobo dipimpin langsung anggota DPRD Neles Yawan, S.Sos dengan didampingi empat anggota DPRD masing-masing Hj. Katherin Maruanaya, Drs. Anselmus Petrus Youw, M.Si, Yermina Monei dan Maria P. Alom.  Dalam sambutannya, Ketua Tim Hearing DPRD Kelompok IV, Neles Yawan mengatakan, maksud dan tujuan kedatangan tim hearing anggota DPRD Kabupaten Nabire adalah untuk membuka ruang dialog atau diskusi antar anggota DPRD dengan para pedagang Pasar Setral Kalibobo terkait dengan pelayanan, kondisi dan sejumlah hal-hal yang selama ini menjadi hambatan atau kendala dalam pelayanan atau aktifitas jual beli di Pasar Sentral Kalibobo. “Kami dari anggota DPRD Nabire datang ke sini (pasar) bukan untuk mencari kesalahan, tetapi berdialog secara langsung dengan para pedagang, terkait dengan hal-hal yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di Pasar Kalibobo ini. Dan dengan berdialog secara terbuka dan langsung, pasti bisa menghasilkan suatu solusi yang terbaik, untuk diusulkan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya. Lanjut Neles Yawan, semua saran dan pendapat yang diusulkan oleh para pedagang Pasar Sentral Kalibobo akan ditampung oleh anggota DPRD dalam bentuk tertulis dan dilaporkan kepada pimpinan DPRD, kemudian selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah daerah dan juga dinas terkait guna ditindaklanjuti sesuai dengan apa yang menjadi aspirasi dari para pedagang yang juga merupakan warga masyarakat Pasar Sentral Kalibobo. Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Sentral Kalibobo mengatakan, selama ini ada sejumlah permasalahan yang dihadapi oleh para pedagang dan juga menjadi keluhan dari warga masyarakat yang datang untuk berbelanja di Pasar Kalibobo.  Delapan permasalahan yang terjadi Pasar Sentral Kalibobo yakni, Jalan masuk Pasar Sentral Kalibobo yang rusak parah dan sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah, bahkan ketika hujan turun, Pasar Kalibobo terendam banjir hingga kedalam pasar.Kemudian masalah sampah, yang notabenenya seluruh pedagang Pasar Kalibobo juga dibebankan dengan harus membayar uang sampah, tetapi pada kenyataannya sampah di Pasar Kalibobo tidak pernah diperhatikan oleh instansi teknis, selanjutnya masalah retribusi pajak yang kurang disosialisasikan oleh instansi teknis kepada para pedagang pasar. Dimana setiap ada kenaikan tarif retribusi tidak pernah ada sosialisasi dari tahun ke tahun pajak semakin naik tetapi keadaan pasar tetap tidak berubah atau tidak berimbang dengan apa yang menjadi hak dan kewajiban dari instansi teknis. Selain itu, masalah keamanan di Pasar Sentral Kalibobo selama berjalan cukup baik, walaupun masih ada sejumlah permasalahan kriminalitas berupa pencurian, namun permasalahan tersebut juga tidak terlepas dari peran serta dari pihak keamanan dan warga Pasar Kalibobo. Kemudian, masalah normasilasi saluran got yang ada di Pasar Kalibobo perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui instansi teknis. “Jadi kalau hujan sedikit saja di Pasar Kalibobo ini pasti berubah jadi danau, jadi ikan gabus sama belut kalau hujan di Pasar Kalibobo ini banyak,” tuturnya.  Dirinya juga selaku pedagang Pasar Sentral Kalibobo meminta kepada pemerintah daerah untuk menertibkan pasar-pasar kaget yang ada di wilayah Kota Nabire. Pasar sentral berarti pusat, tetapi kenyataannya Pasar Kalibobo juga bisa jadi pasar kaget juga. Kalau sudah lewat pukul 13.00 WIT tidak adalagi aktifitas pedagang sayur, yang ada hanya pedagang Sembako dan lain sebagainya. “Kami di Pasar Kalibobo setiap hari membayar retribusi kepada pemerintah daerah, sedangkan pasar kaget yang ada di Nabire ini tidak pernah membayar retribusi. Pasar Kalibobo adalah pasar sentral dan yang namanya sentral berarti aktifitas dari pagi hingga sore hari, kenapa siang sudah tidak ada pedagang sayur. Karena pasar-pasar kaget ini sudah menjamur di Nabire, kami mohon pemerintah segera tertibkan pasar-pasar kaget tersebut, ”ujarnya. Dia juga mengatakan, terkait dengan pembongkaran Pasar Sentral Kalibobo untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Pasar Sentral Kalibobo, para pedagang juga meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan pembongkaran usai Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. Karena, hampir seluruh pedagang di Pasar Sentral Kalibobo selama ini bermodal dengan meminjam kepada pihak bank (kredit).  Hal yang terakhir menjadi catatan penting dari para pedagang pasar kepada pemerintah adalah terkait pembangunan kios di sebelah Muara Kali Nabire perlu dievaluasi. Dimana pembangunan kios tersebut sangat tidak menguntungkan bagi para pedagang atau pemilik kios tersebut, karena berhadapan langsung dengan muara kali, bukan menghadap ke arah pasar, bagaimana pembeli bisa tahu kalau ada kios di sebelah Muara Kali Nabire dan siapa yang mau beli, karena jelas tidak terlihat langsug oleh para pembeli yang dating berbelanja di Pasar Sentral Kalibobo. (cad)