NABIRE - Tepat hari Sabtu (2/5/20) pukul 09.00 WIT, bertempat di Posko Terpadu Tim Gugus Tugas Covid-19 Distrik Bouwoba, Kabupaten Deiyai yang terletak di Jalan Trans Timika menuju Deiyai, Km 12, Kampung Jayanti, Distrik Kuala Kencana, Timika Papua mulai bekerja.  Kegiatan perdana diawali dengan pemeriksaan suhu tubuh warga dari 6 kampung Distrik Bouwobado dan warga Kampung Jayanti, Distrik Kulala Kencana, Mimika. Lantaran tiap harinya warga setempat selalu pergi pulang Kota Timika yang notabene sebagai daerah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sehingga warga pun dijaring Tim Covid-19 untuk diperiksa suhu tubuh. Bukan saja warga, semua Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama pihak Kepolisian dari Polsek Kuala Kencana Timika dan dua Legislator kabupaten Deiyai  yang  sempat berada di Pokso pun disilahkan untuk periksa suhu tubuhnya. Jumlah keseluruhan tercatat 109 orang. Dalam melaksanakan pemeriksaan suhu tubuh Tim Medis Covid-19  belum menemukan adanya  warga yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat. “Mulai kemarin, hari Sabtu (2/5/20) dalam kegiatan perdana kami Tim Medis Covid-19 Distrik Bouwobado mengawali dengan pemeriksaan suhu tubuh,” tutur Kepala Puskesmas Distrik Bouwo, Juga sebagai Koordinator Tim Medis di Posko Terpadu km 12 Jayanti,  Yulianus Kudiyai, Amd.Kep, via terlepon seluler, Minggu (3/5/20). Dijelaskan Kapus Yatipai, kurang lebih 109 orang yang melakukan pemeriksaan. Terdiri dari warga 6 kampung Distrik Bouwo dan Kampung Jayanti dari Timika, tamba dengan Anggota Polisi dari Polsek Kualah Kencana Timika dan 2 Anggota DPRD Deiyai dan Tim gugus Tugas.  Ditanya terkait hasil pemeriksaan, Kapus Yatipai mengatakan, diantara 109 orang yang tim medis melakukan pemeperiksaan belum menemukan diantara mereka  yang memiliki suhu tubuh diatas 38 derajat alias semua normal. Kapus Yatipai menuturkan, untuk antisipasi penyebaran Covid-19, secara rutin Tim Medis akan lakukan pemeriksaan suhu bandan karena masyarakat di willayah sekitarnya setiap hari pergi pulang kota. “Kami siap kerja penuh waktu disini hingga pandemic covid-19 berakhir, yang penting  pihak Dinas Kesehatan Deiyai selama pelayanan kami disini harus perhatikan apa yang menjadi keluhan kami kedepan,” pinta Kapus Yatipai. Sementara itu, Kepala Distrik Bouwobado, Daniel Yatipai, S.Kep.Ners mengaku, pihaknya bersama unsur 6 Aparat Kampung, Toko Pemuda, Toko Intelektua dan Toko Adat dari dua suku Mee dan Moni serta Dua anggota DPRD Kabupaten Deiyai utusan Distrik Bouwo  telah menyatuhkan komitmen untuk  palang Covid-19 masuk ke Wilayah Suku Mee dan Suku Moni yang mendiami di 4  Kabupaten yakni, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Paniai. “Kami disini Pemerintah Distrik Bouwobado, 2 anggota Dewan kami, Tim medis, Intelektual, para kepala suku, dan unsur masyarakat dua suku besar Mee-Moni telah menyepakati untuk lawan covid-19 masuk wilayah kita,”ujar Kadist vis hand phone,” katanya, Minggu (3/5/20). Dikesempatan yang sama, tokoh pemuda, Sem Wandegau, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Deiyai (Bupati, Ateng Edowai) karena membuka posko di Kampung Jayanti ini merupakan langka menyelamatkan dua suku Mee dan Moni.  “Dengan adanya Posko ini kami siap mengatasi dan akan suru kembali ke Timika kepada saudara-saudari kami yang hendak pulang ke kampung. Tidak bisa kami suru mereka kembali dari sini,”tandas Sem. (eby)