Hari Anak Nasional, Dinkes Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis

NABIRE – Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ratusan anak di Aula KSK Bukit Meriam Nabire, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema "Anak Nabire Papua Tengah Sehat, Cerdas, Aman dan Berbudaya", kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan lomba dan hiburan, tetapi juga menghadirkan edukasi kesehatan, pemeriksaan medis, serta penanaman nilai budaya sebagai upaya membentuk generasi Papua Tengah yang sehat dan berkualitas.
Ketua Panitia, dr. Inglya Suminto, mengatakan tema yang diangkat tahun ini memiliki makna mendalam, di mana aspek kesehatan menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak.
"Sesuai dengan tema 'Sehat', anak-anak Nabire harus memiliki gizi yang baik dan imunisasi yang lengkap sebagai modal dasar untuk tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Sebagai bagian dari kampanye hidup sehat, panitia juga menggelar jalan sehat yang diikuti sekitar 600 siswa dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD). Rute dimulai dan berakhir di halaman KSK Bukit Meriam Nabire.
Layanan kesehatan gratis diselenggarakan oleh Klinik Santo Rafael Nabire dengan dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, serta tiga puskesmas, yakni Puskesmas Karang Tumaritis, Puskesmas Nabire Kota, dan Puskesmas Karang Mulia.

Sebanyak sembilan dokter yang terdiri atas dokter spesialis anak, dokter umum, dan dokter gigi diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada peserta. Selain itu, tersedia pula edukasi mengenai pentingnya imunisasi anak yang disampaikan bersama Wahana Visi Indonesia.
Pada aspek "Cerdas", panitia menghadirkan sesi edukasi yang dibawakan dokter spesialis anak, dr. Suardi Dolok Saribu, Sp.A, dengan materi bertajuk "Bebaskan Anak dari Kecanduan Gadget, Tips Mengatur Screen Time yang Sehat."
Menurut dr. Inglya, edukasi tersebut bertujuan membekali para orang tua agar mampu mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa mengganggu proses belajar, bermain, maupun perkembangan sosial mereka.
Sementara itu, tema "Aman" diwujudkan dengan menciptakan lingkungan kegiatan yang ramah anak. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Aula KSK yang jauh dari lalu lintas kendaraan sehingga anak-anak dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
"Anak-anak harus merasa aman dari kekerasan, ancaman, maupun pelecehan. Mereka juga harus dihargai sebagai pribadi yang sedang bertumbuh agar kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain," kata dr. Inglya.
Nuansa "Berbudaya" turut mewarnai peringatan HAN melalui berbagai pertunjukan seni dari sejumlah sekolah. SD Kristen Anak Panah Terpadu berkolaborasi dengan Sanggar Avatar Nabire menampilkan tari "Generasi Emas Papua Tengah Hebat", SD Negeri Inpres Waroki mempersembahkan tarian Yospan, sedangkan TK Yapis Kota Lama menampilkan tari Jaranan sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah kegiatan Cap Telapak Tangan yang diikuti seluruh peserta. Melalui cap tangan berwarna-warni di atas kain putih, anak-anak diajak memahami makna persatuan dalam keberagaman.
"Cap telapak tangan ini menggambarkan kebinekaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke tanpa memandang suku, agama, maupun ras. Warna-warni yang tercetak menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan yang menyatukan anak-anak Indonesia," tutup dr. Inglya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Nabire menjadi lebih dari sekadar perayaan. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang memperkuat kesadaran akan pentingnya kesehatan, perlindungan anak, literasi digital, serta pelestarian budaya sebagai bekal membangun generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, aman, dan berkarakter. (luk)
Bagikan artikel ini



