NABIRE – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin Al-Madina Nabire sukses menggelar kegiatan Haflah Akhirussanah pada Minggu (14/06/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momen pelepasan santri sekaligus ajang silaturahmi bagi para wali santri dan masyarakat sekitar.

Ketua Yayasan Al-Madina, Dr. H. Moh. Iskandar, SP., M.I.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh hadirin. “Yang saya hormati Ketua Blok RSUD Nabire, Ketua Nugi Nabire, para alim ulama, tokoh masyarakat serta orang tua santri yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, terima kasih atas kehadirannya,” ujarnya membuka sambutan.

Dalam pemaparannya, Dr. Iskandar mengungkapkan Ponpes yang ia pimpin akan segera memasuki usia ke-22 tahun pada 15 Juli mendatang. “Pesantren ini telah menyelenggarakan pendidikan dari tingkat SD, SMP hingga SMK, di mana seluruh proses belajar mengajar selama tahun ajaran 2025/2026 berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Ia pun menegaskan kualitas pendidikan di lembaganya yang mampu bersaing dengan sekolah negeri. “Banyak alumni kami yang telah sukses menjadi anggota TNI, Polri, ASN, bahkan hingga jenjang doktor, yang membuktikan bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu mencetak generasi mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Haflah, Imam Mulyadi, menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung kesuksesan acara. “Total donasi yang terkumpul dari kerukunan, majelis taklim, instansi hingga perorangan mencapai Rp137.519.000 ribu, yang seluruhnya digunakan untuk kelancaran kegiatan ini,” lapor Imam.

Imam juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara. “Jika dalam undangan atau penyambutan terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian, kami selaku panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari K.H. Zudi Sarwoji asal Jombang yang menekankan pentingnya menuntut ilmu dan berbakti kepada orang tua. “Barang siapa yang duduk di majelis ilmu dan dzikir seperti ini, maka Allah akan memberikan pahala yang besar sebagai bekal di akhirat nanti,” ujar Zudi dalam khotbahnya.

K.H. Zudi juga mengingatkan para orang tua mengenai hakikat kehidupan yang terus berganti. “Seperti halnya anak-anak kita yang kelak akan menggantikan posisi kita, maka janganlah kita sombong dengan jabatan atau kekayaan, karena pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Allah,” pesannya.

Lebih lanjut, penceramah tersebut menekankan pentingnya sedekah jariyah sebagai bekal setelah meninggal dunia. “Ada tiga hal yang tidak akan terputus pahalanya, salah satunya adalah sedekah jariyah, terutama yang diniatkan untuk kebaikan orang tua kita yang telah tiada,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh hadirin untuk selalu mengingat jasa orang tua dalam setiap keberhasilan yang diraih. “Sebesar apa pun pangkat dan jabatan kita saat ini, itu tidak sebanding dengan kasih sayang orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh pengorbanan,” tegas Zudi.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K.H. Zudi Sarwoji dengan harapan seluruh santri lulusan Nurul Yaqin menjadi anak yang saleh dan salihah. Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat para orang tua menyaksikan putra-putrinya menyelesaikan masa pendidikan.

Pihak yayasan menutup rangkaian acara dengan kembali membuka pendaftaran bagi santri baru untuk tahun ajaran mendatang. “Kami masih membuka pintu bagi bapak dan ibu yang ingin menitipkan putra-putrinya untuk menimbah ilmu di Ponpes Nurul Yaqin,” pungkas Iskandar.

Acara Haflah Akhirussanah ini diakhiri dengan ramah tamah yang mempererat tali persaudaraan antar warga dan pengurus pondok pesantren. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan penuh keberkahan hingga akhir acara. (sam)