Hadirkan Inovasi Digital, Ardi Luncurkan Nabire Muslim untuk Pererat Ukhuwah

NABIRE - Anggota DPR Papua Tengah, Ardi, ST, secara resmi memperkenalkan platform digital ‘Nabire Muslim’ sebagai langkah nyata dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa ide ini berawal dari pemikiran mendalam mengenai apa yang bisa ia perbuat untuk memberikan dampak nyata bagi warga Nabire.
Kehadiran platform ini merupakan pengembangan dari konsep serupa yang telah sukses diterapkan sebelumnya. Ardi menjelaskan bahwa di Indonesia sudah ada platform bernama ‘Nabire Muslim’ yang telah eksis dan terus berinovasi selama empat tahun terakhir, yang kini menjadi basis teknologi bagi Nabire Muslim.
Keputusan untuk menghadirkan layanan ini juga didasari oleh rasa syukur personal. Ardi, yang mengakui dirinya sebagai ‘anak Timika’, merasa sangat berterima kasih karena telah diterima dengan baik oleh masyarakat Nabire selama menjalankan tugas kedinasannya di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Ardi memilih untuk ‘mewakafkan’ platform ini bagi kepentingan umat. Ia berkomitmen bahwa seluruh biaya pembuatan hingga perawatan rutin selama ia bertugas di Nabire akan ditanggung secara mandiri oleh timnya tanpa membebankan pihak lain.
Ardi menegaskan, Nabire Muslim bukanlah media profesional konvensional seperti portal berita pada umumnya. Ia menyebut platform ini sebagai ‘kliping digital’ atau ‘kliping online’ yang merangkum berbagai informasi dan pemberitaan seputar kegiatan keislaman di wilayah Kabupaten Nabire.
Selain sebagai pusat informasi, platform ini diproyeksikan menjadi alat kontrol bagi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam. Melalui tampilan kegiatan yang ada, masyarakat dapat melihat sejauhmana keaktifan tiap Ormas dalam menggerakkan roda organisasi dan syiar agama di Nabire.
Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah sinkronisasi waktu azan. Ardi mengamati selama setahun terakhir banyak masjid di Nabire yang memiliki perbedaan waktu azan meskipun berada di zona waktu yang sama, seringkali disebabkan oleh ketidakakuratan jam dinding masing-masing masjid.
Melalui Nabire Muslim, terdapat tampilan pengingat waktu (countdown) menuju azan yang akurat secara digital. Hal ini diharapkan menjadi acuan bersama bagi seluruh pengurus masjid di Kabupaten Nabire agar serempak dalam memulai panggilan salat lima waktu.
Selain urusan waktu salat, platform ini juga berfungsi sebagai sistem manajemen penceramah. Ardi berharap seluruh dai yang bertugas di Nabire terdata di dalam sistem ini, yang secara otomatis menunjukkan bahwa penceramah tersebut telah bersilaturahmi dan terverifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun DMI.
Langkah verifikasi ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi jamaah. Ardi menekankan pentingnya mengetahui latar belakang dan materi penceramah agar konten yang disampaikan tetap sejalan dengan prinsip kerukunan dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Fitur lain yang sangat krusial adalah penyusunan jadwal khutbah dan ceramah secara digital. Sistem ini memudahkan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang selama ini masih menggunakan cara manual seperti Microsoft Excel yang rentan terjadi kesalahan jadwal ganda bagi seorang ustaz.
Dengan sistem digital yang rapi, jadwal ceramah dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat umum. Warga kini bisa mengetahui lebih awal siapa penceramah di masjid tertentu, sementara ketua Ormas dapat melakukan pemetaan distribusi dai hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini jarang terjangkau.
Pada bagian akhir, Ardi berharap jangkauan layanan ini dapat berkembang hingga ke enam distrik yang ada di Kabupaten Nabire. "Saya menginginkan agar pemerataan ilmu dan kegiatan keislaman tidak hanya berpusat di area kota, namun juga mampu tumbuh secara masif di wilayah pinggiran," ungkap Ardi pada Sabtu (14/2/2026), di Islamic Center.(amd)
Bagikan artikel ini



