DEIYAI – Formasi CPNS tahun 2018 Kabupaten Deiyai yang telah dinyatakan lulus tes CPNS sebanyak 501 CPNS. Dari sekian banyak CPNS yang dinyatakan lulus, sekitar 20 lebih orang CPNS adalah dari tenaga guru. 

Sesuai dengan SK CPNS yang telah diterima, puluhan orang tenaga guru CPNS telah ditempatkan hanya di 4 sekolah, diantaranya 2 SMP dan 2 SD.  Kondisi demikian, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai, Nataniel Pekey, S.Pd, kurang menerima dengan penempatan tenaga guru CPNS itu. Dengan melakukan pembongkaran tenaga guru, langsung menempatkan lagi di sejumlah sekolah SD dan SMP yang ada di wilayah Kabupaten Deiyai.   

“Saya langsung bongkar ratakan tenaga guru pada sejumlah sekolah SD dari 56 SD dan sebanyak 11 SMP yang ada di Deiyai.  Karena kekurangan tenaga guru, bukan hanya di 4 sekolah itu saja tetapi hampir semua sekolah SD dan SMP yang ada.  Walaupun masih kekurangan tenaga guru namun dari tenaga guru yang ada telah dibagikan ke sejumlah sekolah SD, SMP yang ada di wilayah Deiyai,” kata Kadis Pendidikan kepada media ini, kemarin. 

Dikatakan, setelah mendengar dan melihat sejumlah tenaga guru ditempatkan hanya di 4 sekolah, dirinya langsung koordinasikan ke BKD untuk merubah SK penempatan para guru.  Langsung merubah SK penempatan, langsung menempatkan sejumlah tenaga guru pada sejumlah sekolah.    

“Terjadi penempatan guru hanya di 4 sekolah, hanya karena BKD kurang koordinasi dengan dinas pendidikan.  Langkah yang bagusnya, sebelum memberikan SK CPNS atau SK penempatan, seharusnya BKD koordinasi dengan dinas pendidikan dulu.  Tetapi waktu itu masih dirahasiakan BKD, sehingga jadi telah terjadi seperti itu.  Tetapi sekarang saya sudah rombak ratakan penempatan tenaga guru pada sejumlah sekolah SD dan SMP yang ada di Deiyai,” katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, upaya pemenuhan kekurangan tenaga guru, tanggungg jawab pemerintah daerah.  Namun dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak karena membangun dunia pendidikan gampang-gampang susah.  Maka dalam hal memajukan dunia pendidikan, selain menyediakan tenaga guru, sangat dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak. Terutama pemerintah pusat dalam penyediaan tenaga-tenaga guru bahkan faktor penunjang pendidikan lainnya dalam memajukan dunia pendidikan di daerah.   

Kadis menambahkan, persoalan kekurangan tenaga guru bukan hanya dialami di Deiyai. Tetapi masih menjadi persoalan di dua provinsi di Tanah Papua khususnya. Sehingga masih membutuhkan tenaga guru untuk mengisi pada sejumlah sekolah SD, SMP, SLTA, yang ada di Papua. (hbb)