Guru di Daerah 3T Diingatkan Membangun Pendidikan Keluarga
NABIRE - Dengan melihat kondisi pendidikan yang kurang mendapatkan dukungan dan sport dari masyarakat yang ada di daerah Tertinggal, Terpenc
NABIRE - Dengan melihat kondisi pendidikan yang kurang mendapatkan dukungan dan sport dari masyarakat yang ada di daerah Tertinggal, Terpencil dan Terluar (3T), maka bangun pola pendekatan bagi guru-guru yang bertugas di daerah 3T.
Dimana semua guru termasuk Kepala Sekolah (Kepsek) dan juga guru-guru kontrak dan honor agar di tempat tugas, tidak hanya terfokus pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah atau kelas saja.
Tetapi pada saat sudah pulang sekolah dan hari–hari libur, guru yang bertugas di daerah 3T harus membangun komunikasi langsung dengan orang tua dan masyarakat dimana guru itu bertugas.
Karena pendidikan atau kesuksesan anak dibangku pendidikan, bukan saja menjadi tanggung jawab guru, tetapi keterlibatan orang tua murid juga sangat penting, sehingga pendidikan keluarga menjadi tugas tambahan bagi guru yang bertugas di daerah 3T.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Senin (29/6), di seputar kantor dinas seraya menambahkan, Kepsek dan guru bawahan di daerah 3T tugas tambahannya mensosialisasikan pentingnya pendidikan keluarga.
Sehingga orang tua murid tidak hanya melempar tugas dan tanggung jawab pendidikan menjadi tugas guru, tetapi perlu diingat, bahwa kesuksesan anak dibangku pendidikan merupakan tugas bersama pemerintah, sekolah dan orang tua murid/masyarakat.
Karena dari pendidikan keluarga yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru–guru bawahan di tempat tugas, akan terjalin semua kerjasama yang baik demi masa depan anak–anak atau peserta didik.
Sebab kita tidak berharap guru saja menjadi ujung tombak kesuksesan pendidikan serta tanggung jawab pendidikan ini juga menjadi tanggug jawab orang tua murid atau masyarakat.
Karena pendidikan keluarga itu sebagai bentuk membangun pendidikan dari keluarga menuju kesuksesan anak anak atau peserta didik dimasa yang akan datang sebagai generasi penerus pembangunan.(des)
Bagikan artikel ini



