Gubernur Nawipa Dorong Transformasi Pendidikan di Papua Tengah

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mempertegas komitmennya dalam menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan manusia di wilayah tersebut.
Penegasan ini disampaikan dalam agenda Tatap Muka Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah bersama perwakilan guru dari seluruh kabupaten yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur, Nabire, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan strategis ini juga menjadi momen perayaan atas keberhasilan luar biasa 801 guru di Papua Tengah yang dinyatakan lulus 100 persen dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Prestasi ini dianggap fenomenal karena mencakup para tenaga pendidik yang bertugas di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses internet dan infrastruktur yang sangat minim.
Secara terperinci, kelulusan ini terbagi dalam dua skema utama, yakni 519 guru melalui jalur PPG guru tertentu tahap III dan 282 guru melalui skema daerah khusus.
Sinergi antara pemerintah dan para guru terbukti mampu mendobrak hambatan geografis yang selama ini menjadi kendala klasik dalam peningkatan mutu pendidikan di tanah Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menekankan paradigma pembangunan pendidikan tidak boleh lagi hanya berorientasi pada kepatuhan administratif semata.
Meki Nawipa menginginkan sistem pendidikan yang mampu membangun kesadaran kritis, tanggung jawab moral dan kapasitas intelektual yang berkelanjutan bagi generasi muda.
Guna mewujudkan visi tersebut, pemerintah provinsi terus melakukan penguatan melalui kerja sama lintas sektor dan program strategis. Langkah ini diarahkan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar daerah siap menghadapi tantangan pembangunan masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.
Meki Nawipa juga mengingatkan bahwa gelar profesi yang diraih oleh 801 guru tersebut membawa tanggung jawab moral yang besar. Kelulusan ini harus berkorelasi langsung dengan kualitas pengajaran di ruang kelas, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan langsung para siswa di sekolah-sekolah.
Lebih lanjut, Gubernur Papua Tengah menempatkan program sertifikasi guru ini dalam kerangka yang lebih luas, yakni peningkatan kesejahteraan guru dan kebangkitan ekonomi keluarga. Dengan memiliki sertifikasi, para guru mendapatkan pengakuan profesional yang juga berdampak pada perbaikan penghasilan dan stabilitas ekonomi rumah tangga mereka.
Gubernur Meki menegaskan dengan lantang bahwa program PPG ini murni merupakan kebutuhan objektif untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Papua Tengah, bukan sebuah proyek politik. Pemerintah telah melakukan pembersihan data pendidikan, distribusi guru yang merata serta menyiapkan skema kelanjutan untuk guru yang belum tersertifikasi.
Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur, Papua Tengah saat ini memiliki total 11.204 guru, di mana 7.223 di antaranya telah tersertifikasi. Pemprov Papua Tengah berkomitmen untuk terus mengawal sisa 3.981 guru yang belum bersertifikat agar segera mendapatkan kesempatan serupa demi tercapainya standarisasi kualitas pendidikan yang merata di seluruh wilayah.(amd)
Bagikan artikel ini



