NABIRE - Kepemimpinan Meki Nawipa di Papua Tengah memiliki tantangan dan peluang unik, sebagaimana keberagaman budaya, geografis serta kebutuhan masyarakat yang berada di Papua Tengah. Oleh karena itu, dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah ini menekankan beberapa poin penting. Poin ini harus diperhatikan Bupati dan Wakil Bupati Puncak dan Mimika, serta bupati lainnya yang ada di Papua Tengah.

Meki Nawipa mengatakan, gedung baru ini diresmikan langsung oleh pelantikan bupati dan wakil bupati yang dipilih oleh rakyat. Ia juga memberikan pesan terbaik. “Gedung baru, pemikiran baru, gagasan baru dan harus semua serbabaru dalam membangun Papua Tengah,” kata Meki Nawipa di sela-sela pelantikan Bupati dan Wabup Mimika dan Puncak, di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah, di Bandara lama Nabire, Selasa (25/03/2025).

“Di Puncak kalau ada konflik perlu koordinasi. Masa depan anak-anak tidak boleh jadi korban hanya karena kepentingan makan dan minum. Kita harus buat yang terbaik baik bagi negeri ini,” tegas mantan Bupati Paniai itu.

Pembangunan infrastruktur dasar, fokus pada pembangunan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan dan sarana komunikasi untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Khusus untuk Puncak, saya lihat jalan di Ilaga diaspal belum sampai di kantor. Listrik juga belum ada, saya sudah pernah ke sana. Puskesmas juga tidak jalan 24 jam, jam 5 sudah tutup. Pak Elvis, Tuhan mau bapak terpilih untuk mengubah negeri di atas awan supaya menjadi negeri yang cerah esok hari,” ucapnya.

Lanjut Meki Nawipa, pemberdayaan ekonomi. Pemda harus mendukung usaha lokal, seperti pertanian, perikanan dan kerajinan tangan, agar masyarakat lebih mandiri secara ekonomi.

“Pak John, masyarakat Amungme dan Kamoro masih menanti. Saya melihat masyarakat masih antri di kantor pos terima Rp200 ribu sebulan. Hari ini Tuhan pilih walaupun tantangan besar, Tuhan mau bapak mengubah, melanjutkan apa yang sudah dilakukan untuk sejahteraan masyarakat,” pesannya.

Peningkatan layanan kesehatan. Pastikan fasilitas kesehatan tersedia di setiap wilayah, dengan tenaga medis yang cukup dan berkualitas. “Kita sudah bicara kalobarosi Papua Tengah dan Pemda Mimika akan menjadi leading sector untuk tolong saudara kita di gunung,” ucapnya.

Meki Nawipa menambahkan, keberlanjutan dan pelestarian itu utama, tetap menjaga keanekaragaman hayati Papua dengan menerapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan.

Transparansi dan akuntabilitas pastikan setiap kebijakan dan pengelolaan anggaran daerah dilakukan dengan transparan untuk membangun kepercayaan masyarakat.

“Kita punya uang banyak juga kita tidak bisa buat apa-apa. No Corruption. Hitam-hitam, putih-putih. Uang banyak juga susah, uang tidak banyak juga susah. Tetapi apa yang ada pada kita, itu yang kita jadikan untuk membangun masyarakat. Jangan pernah bermimpi menjadi orang kaya karena kita bukan keturunan orang kaya,” jelas Meki.

Menyangkut penanganan konflik harus dengan bijak. Gunakan pendekatan dialog dan damai, untuk menyelesaikan konflik serta menjaga stabilitas keamanan di daerah masing-masing.

Komitmen terhadap Otonomi Khusus dengan manfaatkan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk program-program yang langsung berdampak pada kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

“Semoga nasihat ini dapat menjadi panduan dalam memajukan Papua Tengah secara berkelanjutan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Kepemimpinan itu tak ada yang kekal. Hari ini kita punya, lusa orang lain punya, jadi gunakan hari ini yang kita punya untuk tolong rakyat kita,” tegas Gubernur Meki.(feb)