Jayapura - Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH minta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua untuk segera melantik anggota KPU Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Sarmi. Menurut Gubernur, jangan hanya karena kegiatan prakmatis semua saling sandera. Hal ini tidak boleh terjadi, karena itu kabupaten yang belum melantik anggota komisioner yang baru agar dapat memahaminya. “Harus ada kemauan baik dari pimpinan lokal untuk memahami Pileg dan Pilpres sebagai kegiatan nasional,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe,SIP.MH baru-baru ini.Dikatakan, tidak usah lebih mengutamakan kepentingan prakmatis, di Jayawijaya juga begitu. saya sudah memanggil wakil Bupati Jayawijaya untuk membicarakan hal ini,” tandasnya.Dikatakannya, karena semua sudah sama-sama sepakat dengan Bupati,”  saya harap Bupati dan wakil Bupati harus berpikir rasional dan lebih pada kepentingan nasional,” sambungnya.Sebab, kata Gubernur agenda Pileg dan Pilpres merupakan agenda nasional, bukan agenda lokal. Ini yang perlu dipahami, jangan berkelahi. Harus ada kerelahan untuk menerima hasil yang sudah diputuskan. Jika KPU sudah lantik, maka hasil itu yang harus dihormati agar tahapan tidak molor lagi.Ketua KPU Papua Adam Arisoy menegaskan, pihaknya siap melakukan seleksi ulang terhadap keanggotaan KPU Sarmi sesuai dengan Keputusan KPU Pusat tertanggal 4 Februari 2014."Kami siap melakukan seleksi ulang, sesuai dengan surat keputusan KPU Pusat namun mengingat waktu pelaksanaan pemilu legislatif yang semakin dekat, makanya tidak melakukan dari awal," kata Ketua KPU Papua Arisoy di Jayapura.Ia mengatakan, pihaknya akan menyeleksi 15 calon anggota yang sebelumnya sudah mendaftar dan dinyatakan gugur karena tidak mungkin seleksi dilakukan dari awal.Seleksi tidak mungkin dilakukan dari awal, tegas Adam, karena pemilu legislatif tinggal satu bulan lagi sehingga pihaknya akan menyeleksi dari para calon yang sebelumnya gugur dalam tahapan seleksi.Menurutnya, kasus diulangnya pemilihan anggota KPU Sarmi bukan semata-mata karena anggota KPU terpilih tidak memiliki rekomendasi dari Bupati Sarmi.Ada masalah lainnya saat seleksi dilaksanakan tidak menggunakan APBD. melainkan entah dana dari mana sehingga pihaknya akan menelusuri kasus tersebut, kata Adam Arisoy. (Bams)