NABIRE - Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa perintahkan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membentuk tim verifikasi terhadap 84 mahasiswa penerima beasiswa dari pemerintah Provinsi Papua Tengah yang sedang mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri.

“Kita ada 86 mahasiswa di luar negeri yang dibiayai oleh pemerintah Provinsi Papua Tengah. Saya sudah lihat data, tidak semua yang menerima beasiswa itu orang Papua Tengah. Jadi saya sudah perintahkan ke PLH Sekda, memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membentuk tim,” ujar Gubernur Meki kepada wartawan di rumah dinasnya, Rabu (12/3/25).

Gubernur mengaku, Tim yang akan dibentuk tugasnya untuk melakukan verifikasi data secara terinci terhadap 84 mahasiswa penerima beasiswa tersebut.

“Dengan tim ini kita mau verifikasi data. Kalau memang kita harus bayar rumah, kita minta orang yang punya bagaimana kita bayar account to account. Kalau itu tinggal di kampus kita minta surat dari kampus supaya kita bayar ke kampus, dan kalau dia punya livin dia harus kastau per minggu dia butuh berapa uangnya,” urai Meki merinci.

Tidak sebatas verifikasi data, kata Meki, Pemprov akan melakukan verifikasi dengan security sistem di negara masing-masing penerima beasiswa agar tidak ada yang membohongi Pemprov.

“Ini dilakukan supaya penerima beasiswa tidak gampang tipu kita. Saya juga tamatan luar negeri, jadi saya pastikan tidak ada lagi cara-cara kotor untuk dapatkan uang lebih,” kata Meki.

Dalam melakukan verifikasi tersebut, Meki mengatakan, Pemprov akan berpatokan pada asas keadilan bagi penerima beasiswa untuk 84 mahasiswa tersebut. Tentu mahasiswa asal Papua Tengah menjadi prioritas utama.

“Tetapi, ada juga anak-anak yang dibiayai Freeport sehingga anak tersebut kedepan kita pastikan tidak terima uang dari Pemrov Papua Tengah. Dia tidak bisa ambil semua supaya beasiswa Pemprov bisa ke orang lain juga,” tukas Meki.

Agenda berikutnya, Gubernur Meki mengatakan, Pemprov akan bertemu YPMAK untuk menyamakan data penerima beasiswa luar negeri.

“Kita akan pastikan apakah penerima beasiswa YPMAK terima uang dari Pemprov atau tidak. Karena terima uang dari mana-mana itu bisa membuat orang rakus dan dapat berpengaruh di masa depan,” tuturnya.

Meki kembali menegaskan, 84 mahasiswa penerima beasiswa tersebut ternyata bukan orang asal Papua Tengah. Sehingga untuk memastikan data awal yang diperolehnya akan memastikan kembali kebenarannya melalui tahapan verifikasi.

“Sekali lagi saya sudah lihat data dan saya sudah pastikan kebanyakan penerima beasiswa luar negeri bukan asal Papua Tengah untuk itu kita akan verifikasi semuanya ulang,” tegas Meki. (you/rob)