Gubernur Meki Buka Seminar Pendidikan dan Kesehatan

NABIRE - Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, Senin (20/4/26), secara resmi membuka kegiatan Seminar Pendidikan dan Kesehatan tahun 2026. Seminar tersebut sangat penting dalam menjaga integritas data di sektor pendidikan dan kesehatan di Papua Tengah.
“Kita tidak perlu orang banyak untuk bicara tentang masa depan negeri ini,” kata Meki Nawipa, SH, dalam sambutan pembukanya.
Karena kalau orang banyak, itu banyak pikiran, banyak ide. Dan bisa mubasir pikiran-pikiran kita ini. “Kita hanya butuh satu dua orang untuk tolong negeri ini bangkit. Kita hanya butuh orang yang punya hati untuk bagaimana bisa merasakan orang-orang yang tidak tersentuh,” ujarnya.
Lanjutnya, membutuhkan pikiran yang baik dan itu datang dari orang-orang yang baik. Tidak bisa datang dari orang jahat. Makanya hari ini yang ada di sini, satu dua orang ini orang-orang baik. Orang-orang yang Tuhan utus untuk bagaimana melihat negeri ini ke depan, supaya pendidikan dan kesehatan jalan.
Ia menambahkan, sebenarnya di Papua ini, enam provinsi ini, anggaran itu cukup. Karena 30 persen, 20 persen APBD itu khusus pendidikan. Jadi kalau dari SD, SMP, SMA itu ditangani langsung oleh bupati, tidak oleh gubernur. “Tapi Papua Tengah ini luar biasa,” katanya.
Coba di provinsi lain, tidak ada. Ada kabupaten yang anggarannya sampai untuk pendidikan 1,1 triliun 20 persen dari APBD. Di Papua Tengah ada sekitar 800 miliar, tidak salah untuk Pendidikan. “Makanya kita kasih SMA gratis, SMK gratis, tahun ini kita akan masuk SMP gratis, tambah dengan kampus-kampus ini yang IPnya 2,75, kita bayar uang sekolahnya,” imbuhnya.
Jadi ada 6.000 mahasiswa di Timika dengan Nabire, kenapa gubernur membantu membayar melunasi uang semester. Karena yang jelas sudah pasti orang yang tidak mampu. Orang tuanya mampu, itu dia pasti sekolah di Jayapura atau di Jawa.
“Saya belum melihat rektor-rektor di Papua Tengah ini jujur. Kepala-kepala sekolah di Papua Tengah ini jujur. Belum. Masih berkelahi dengan berjuangkan hidup ini untuk dapat uang. Kalau mau cari uang, jangan jadi kepala sekolah. Jangan jadi rektor. Jadilah pengusahan supaya bisa dapat uang,” tandasnya.(rob/HumPemprov)
Bagikan artikel ini



