GPMI Peduli Kabupaten Intan Jaya Gelar Demo Damai
NABIRE - Gerakan Pelajar Mahasiswa se-Indonesia (GPMI) peduli Kabupaten Intan Jaya, Jumat (24/7) bertempat di Gedung Karel Gobay melakukan aksi demonstrasi damai yang menuntut pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk memperhatikan nasib para mahasiswa/i asal Kabupaten Intan Ja
Bagikan
NABIRE - Gerakan Pelajar Mahasiswa se-Indonesia (GPMI) peduli Kabupaten Intan Jaya, Jumat (24/7) bertempat di Gedung Karel Gobay melakukan aksi demonstrasi damai yang menuntut pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk memperhatikan nasib para mahasiswa/i asal Kabupaten Intan Jaya yang dinilai selama ini, kurang mendapat perhatian serius pemerintah daerah.
Para mahasiswa yang melakukan aksi demi damai tersebut datang dan melakukan orasi dihadapan dua anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya, dengan membawa sejumlah pamphlet dan tulisan yang bervariasi. Beberapa pamphlet terlihat bertuliskan “Stop Korupsi Kolusi dan Nepotisme”, “Sesuai dengan Visi - Misi Natalis Tabuni Adalah Kebohongan Publik”, Pemda Intan Jaya Stop Adakan Kegiatan di Nabire Bukan Kab. Intan Jaya Kamu salah Jalur”, Kepala Dinas Keuangan Harus Bertanggung Jawab Keuangan sdh Beres”, “Natalis Tabuni Stop Membunuh Generasi Muda Kab.Intan Jaya”, serta sejumlah pamphlet lainnya yang berisi menghujat pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Aksi demo damai yang dilaksanakan oleh GPMI Peduli Intan Jaya, diterima langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Intan Jaya, Thomas Duwitau dan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Intan Jaya Sebelius Selegani. Dimana dalam arahannya, dirinya selaku Ketua Komisi C DPRD Intan Jaya berjanji akan meneruskan aspirasi dan pernyataan sikap yang telah dibuat oleh mahasiswa Intan Jaya kepada pihak eksekutif, dalam hal ini Bupati Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni,SS.,M.Si. Dirinya juga selaku Komisi C mengatakan, pihak DPRD Intan Jaya adalah selaku pihak legislatif yang mempunyai kewenangan fungsi kontrol, bukan pengambil kebijakan. Oleh karena itu, apapun aspirasi yang telah dinyatakan oleh para mahasiswa Intan Jaya selaku wakil rakyat, tetap akan meneruskan hal tersebut kepada Bupati Intan Jaya untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, dalam aksi demo damai yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIT, para mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai GPMI Peduli Kabupaten Intan Jaya, dibawa koordinator lapangan, Melkias Tipagau, Jenderal Lapangan Elias Mujizau, Penanggung jawab Badan Pengurus Ketua Ikatan se- Indonesia Ketua, Thomas Miagoni, Sekretaris, Dominikus Dendegau bersama seluruh mahasiswa Intan Jaya seluruh kota studi, menuntut kepada pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk harus merealisasikan apa yang telah dibuat dalam pernyataan sikap yang telah tulis dan diserahkan kepada pihak DPRD Kabupaten Intan Jaya, melalui Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Intan Jaya. Selain itu, GPMI peduli Kabupaten Intan Jaya telah membuat pernyataan sikap yang mencakup 11 point yang harus direalisasikan dan ditindaklanjuti oleh Pemda Intan Jaya. Dan para mahasiswa Intan Jaya yang juga mengancam akan membatalkan peringatan Upacara 17 Agustus 1945 di Kabupaten Intan Jaya, apabila 11 pernyataan sikap yang merupakan tuntutan dari para mahasiswa Intan Jaya, tidak digubris oleh pemerintah daerah. (cad)
Bagikan artikel ini


