NABIRE – Kemampuan (gigi) dari Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai dinilai tumpul. Karena, tidak mampu menegur pimpinan dewan yang lalai dan tidak mengambil sikap terhadap beberapa persoalan yang terjadi di daerah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Dogiyai, Yoseph Minai menilai BK DPRD Dogiyai ibarat gigi tumpul karena tidak mampu menegur tiga pimpinan dewan bersama beberapa anggota lainnya yang selama ini malas tahu dengan kepentingan rakyat di daerah tetapi memilih diam dan malas tahu. Tetapi jika seandainya BK ini punya gigi, sudah bisa tegur anggota yang malas tahu dengan aspirasi dari bawah dan membela kepentingan penguasa.

Minai menyebut, pemalangan dua kantor pemerintah yang dilakukan orang nomor 2 Dogiyai ini masalahnya serius yang harus ditanggapi dewan dengan menggunakan hak angket. DPRD Dogiyai menggunakan hak angket untuk mengumpulkan informasi data yang terkait dengan ketidakharmonisan antara 01 dan 02.

Anggota Legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan ini menilai tepat, DPRD Dogiyai melaksanakan hak angket dewan. Apabila tiga pimpinan DPRD Dogiyai tidak bersedia atau tidak melaksanakan kehendak anggota, sebaiknya BK menegur kepada tiga pimpinan. Karena menegur dan menilai anggota dewan merupakan hak dan tugas dari BK DPRD. 

Tetapi, Minai menambahkan, selama BK juga malas tahu dan gigi BK tumpul, kondisi DPRD Dogiyai akan seperti selama ini.  Walaupun rakyat kecil di daerah sedang mengharapkan adanya aksi nyata dari dewan menanggapi situasi Dogiyai secara menyeluruh. (ans)