DEIYAI - Melihat kondisi badan jalan di Bobata dan di Tanjung Ukaagoo di Tigi Barat Deiyai, badan jalannya sangat rendah, sehingga ketika terjadi bencana luapan air Danau Tigi selalu terendam air.

  Menyikapi kondisi badan jalan di beberapa titik tersebut, salah satu warga, Domin menuturkan, perlu dilakukan penimbunan material tanah, batu karang untuk ditinggikan badan jalannya, supaya ketika terjadi luapan air danau, jangan atau tidak lagi terendam air luapan Danau Tigi.

  Oleh sebab itu, dia mengharapkan kepada pemerintah daerah melalui dinas PU selaku dinas teknis dapat melakukan penimbunan material di badan jalan raya, supaya di badan jalan dapat tinggi dan juga tidak lagi terendam seperti selama ini.

     “Kalau badan jalan sudah bagus, semua aktifitas masyarakat juga akan lancar, terutama kelancaran kendaraan roda dua maupun empat yang selalu  melintasi di wilayah Tigi Barat, Deiyai,” ungkapnya.

     Dikatakannya, selama ini di badan jalan tersebut dan di beberapa titik belum dilakukan penimbunan material, badan jalannya masih rendah  sehingga ketika terjadi luapan air danau selalu terendam.

Kondisi badan jalan tersebut, mempengaruhi terhadap aktifitas warga terutama dalam ketidaklancaran kendaraan roda dua, roda empat maupun para pejalan kaki  yang melintasi di wilayah itu.

  “Saya yakin jika pemerintah daerah melalui Dinas PU, melakukan penimbunan badan jalan untuk ditinggikan maka tidak akan terendam lagi, ketika terjadi bencana luapan air danau,” ujarnya.

Untuk itu, dia kembali mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas terkaitnya dapat memperhatikan hal atau keluhan tersebut.

Setidaknya, di tahun 2021 dapat diupayakan dan juga bisa dilakukan survei dan melakukan  penimbulan material di badan jalan beberapa titik di wilayah Tigi Barat.(hbb)