Gempa Nabire, Ini Penjelasan Dampak yang Terjadi di RSUD Siriwini

NABIRE - Gempa bumi berkekuatan 6,6 SR yang mengguncang kota Nabire, Papua Tengah, pada Jumat (19/9/25) pukul 03.19 WIT, mengakibatkan layanan medis pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat terganggu. Sejumlah pasien yang berada di RSUD terpaksa dievakuasi keluar gedung, karena dinding gedung mengalami kerusakan dan beberapa alat medis berjatuhan.
Informasi yang ini diperoleh berasal langsung dari seorang dokter bernama dr. Angelita Ch. Kandio, Sp.OG serta beberapa perawat dan bidan di RSUD Nabire yang membantu menjawab pertanyaan kami. “Dampak gempa terhadap RSUD Nabire cukup besar,” ujar dr. Angelita Ch. Kandio, Sp.OG serta beberapa petugas medis di RSUD Nabire kepada tim kami. Sejumlah bangunan dan ruangan mengalami kerusakan, bahkan beberapa tembok terlihat retak.
Pelayanan medis sempat terganggu saat kejadian gempa di hari itu saja, dan yang paling berdampak pada ruangan inap dan ruang bayi (Nicu). Sehingga pasien-pasien yang berada di ruang rawat inap dan bayi-bayi dalam ruangan secepatnya dievakuasi keluar ruangan.
Bagi beberapa pasien mengalami rasa takut dan trauma akibat gempa yang terjadi, tetapi pelayanan yang dilakukan tenaga medis tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Dampak di ruangan poli kandungan tidak terlalu berdampak pada pasien dan tenaga medis, tetapi lebih berdampak pada bangunannya. Keretakan pada bangunan fisiknya bergeser hampir 2 Cm dan plafonnya berjatuhan. Akibatnya, alat-alat medis yang berada di dalam ruangan terpaksa dikeluarkan dari dalam ruangan untuk mengantisipasi kerusakan pada alat jika terjadi gempa susulan. Pada ruangan bersalin kerusakan ada pada kaca ruangan yang pecah akibat gempa.

Tim medis bersama beberapa relawan dari BMKG dan dinas pemerintah juga mendirikan Posko kesehatan di area parkir RSUD Nabire untuk menangani pasien yang terkena dampak gempa dengan menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan dan juga Posko kesehatan sebagai tempat evakuasi sementara untuk antisipasi adanya gempa susulan.
Harapan dari pihak RSUD berkomitmen untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan, agar pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun bencana gempa kembali terjadi.(Kelompok 2 XI – D3, Anugrah Juan Pablo Dawenan, Andi Batari Ayuni Halim, Aura Gesa Patakin, Kartika Apriani Manullang, Nur Assikin, Quinsha Febriyana Dwi Sekardani)
Bagikan artikel ini



