NABIRE - Dalam Halal Bi Halal yang dilaksanakan di Yayasan Difabel Peduli Nabire (Cacat Fisik dan Anak Putus Sekolah), Jum'at (11/4/2025), Ketua Yayasan Peduli Difabel, Maria Yetti Saputri, ingin membangun banyak sekolah dan lebih banyak anak tertolong dan terbantu, dan mereka hanya berkebutuhan khusus bukan anak cacat, dan kalau mereka dimasukkan di SLB, mereka akan dididik dengan cara kecacatan, tetapi kalau dimasukan ke sekolah inklusi, mereka akan dididik dengan cara kenormalan.

"Makin banyak anak-anak yang terbantu, semakin normal dan semakin sehat," tegasnya.

Sekolah Inklusi Matahari dari Yayasan Peduli Difabel Nabire adalah yang pertama dan satu-satunya di Papua, yang merupakan sekolah percontohan se-Papua, untuk bisa seperti ini saja membutuhkan 12 tahun.

"Saya sangat berterima kasih, kepada dinas sosial, dinas peternakan, lurah dan tentara yang luar biasa," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, I Dewa Ayu Dwita, dalam wawancaranya mengatakan, memberikan bantuan berupa ternak tahun lalu, dan berkembang serta memeliharanya dengan sangat baik, sehingga dinas perternakan sangat antusias membantu.

Dirinya merasa sangat bersyukur karena bisa membantu, dan semoga kerjasama dengan dinas peternakan terus berlanjut.

Dalam kesempatan lain, Stefani, selaku perwakilan BRI mengatakan dari BRI memberikan kepedulian kepada anak-anak difabel, berupa Sembako dan bukan hanya di sini saja melainkan yang membutuhkan juga, bantuan yang diberikan ada beras, telur dan minyak goreng.

Selaku Seksi Penyuluh Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Pertamanan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah, Yunus Nomba, mengatakan sebagai perhatian DLHKP kepada anak-anak difabel, memberikan sedikit bantuan Sembako berupa beras, perlengkapan mandi dan juga alat-alat untuk mencuci.(edi)