NABIRE – Gereja Bethel Gereja Pentakosta (GBGP) di Tanah Papua terus memperkuat fondasi organisasi melalui seminar rohani dan pembinaan tata kelola gereja. Kegiatan yang digelar di Gedung Kristus Sahabat Kita (KSK), Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (16/10/2026), menjadi ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus menyiapkan pemimpin gereja masa depan.

Seminar tersebut dipimpin langsung Ketua Umum Sinode GBGP di Tanah Papua, Pdt. Portunatus Numberi, SE., MKD, yang hadir sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Portunatus Numberi mengangkat sejumlah materi mengenai organisasi gereja, dengan penekanan pada pentingnya membangun GBGP agar dapat bertumbuh secara sehat, kuat, bersatu dan tetap setia dalam menjalankan tugas pelayanan.

Materi yang disampaikan tidak hanya menyentuh aspek kehidupan rohani, tetapi juga menyangkut tata kelola organisasi sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan gereja.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pemahaman terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GBGP. Pemahaman terhadap aturan organisasi dinilai penting agar seluruh unsur gereja memiliki pijakan yang sama dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan.

Selain itu, peserta seminar juga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun kerja sama dalam mempersiapkan pemimpin masa depan.

Kaderisasi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan GBGP, termasuk memastikan generasi penerus memiliki pemahaman yang baik mengenai organisasi, kepemimpinan, pelayanan dan tanggung jawab terhadap aset gereja.

Aspek pengelolaan aset dan keuangan gereja juga menjadi bagian dari materi seminar. Pengelolaan yang baik dan bertanggung jawab diperlukan untuk menjaga kepercayaan jemaat sekaligus memastikan aset yang dimiliki gereja dapat digunakan bagi kepentingan pelayanan.

Seminar juga membahas pentingnya menghormati serta menjalankan keputusan-keputusan musyawarah dalam bingkai iman, pelayanan dan organisasi.

Hal tersebut dinilai penting agar setiap keputusan yang telah disepakati bersama dapat menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi serta mencegah munculnya perbedaan yang dapat mengganggu persatuan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya GBGP memperkuat kembali semangat kebersamaan setelah melewati berbagai dinamika organisasi.

Bagi GBGP, persatuan bukan hanya slogan, melainkan modal utama untuk memastikan pelayanan gereja tetap berjalan dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat di Tanah Papua.

Pantauan Papuapos Nabire, seminar berlangsung aman dan tertib. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian hingga selesai.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan GBGP, memperkuat organisasi, serta terus bergerak maju dalam pelayanan.

Semangat yang dibangun dalam seminar tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah GBGP untuk memulihkan kebersamaan, memperkuat pelayanan dan menjaga nama Tuhan melalui gereja yang sehat, kuat dan bersatu. (rob)