Gandeng Diperindagkop, Balai POM Gelar KIE Industri Pangan
NABIRE - Dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai program pengawasan pangan fortifikasi nasional Balai Besar Pengawas Obat Makanan (POM) Jayapura mengandeng Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kabupaten Nabire menggelar kegiatan Kom
Bagikan
NABIRE - Dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai program pengawasan pangan fortifikasi nasional Balai Besar Pengawas Obat Makanan (POM) Jayapura mengandeng Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kabupaten Nabire menggelar kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada industri pangan dan masyarakat, Rabu (16/9) bertempat di Aula Kantor Disperindagkop Jalan Pepera Nabire.
Kegiatan yang dibuka Kepala Disperindagkop diwakili Sekretaris Disperindagkop kabupaten Nabire ini diikuti sedikitnya 50 peserta, terdiri dari lintas sektor terkait, industri pangan dan masyarakat, diantaranya Disperindagkop Nabire, Dinas Kesehatan, Bappeda, Pemberdayaan Perempuan, Dinas Perikanan dan Kelautan, tenaga Puskesmas, produsen Garam Beryodium, distributor garam dan dari kelompok masyarakat seperti ibu-ibu PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan tokoh masyarakat yang ada di kabupaten Nabire.Pihak panitia tingkat daerah diwakili, Yance Iji, ST.,MT, kepada media ini menerangkan, kegiatan KIE kepada industri dan masyarakat intensifikasi pengawasan pangan fortifikasi nasional ini dilaksanakan Balai POM Jayapura dengan tujuan, pertama membangun komitmen diantara stakeholder untuk secara sinergis bersama-sama membangun keamanan pangan di Indonesia dalam meningkatkan pangan fortifikasi yang aman, bermutu dan bergizi.Lanjut Yance Iji, selain itu dari kegiatan yang dilaksanakan sehari ini dimaksudkan menyebarkan informasi dan meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kepedulian tentang pangan fortifikasi kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas yang dapat memilih pangan fortifikasi yang memenuhi syarat.Adapun output (hasil) yang diharapkan dari kegiatan ini, terang Yance Ijie, terbentuknya koordinasi dan adanya komitmen antar instansi di daerah untuk membangun keamanan pangan di Indonesia dalam meningkatkan pangan fortifikasi yang aman, bermutu dan bergizi, adanya rencana tindak lanjut setiap pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota dan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pangan fortifikasi.(wan)
Bagikan artikel ini



