Freeport Indonesia Beri Bantuan Kemanusiaan di Nabire, Papua Tengah

NABIRE - PT. Freeport Indonesia melalui program kemanusiaan mereka di Nabire, Papua Tengah, telah menunjukkan komitmen kuat dalam membantu masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Serangkaian kegiatan sosial yang berfokus pada pemeriksaan dan operasi mata telah diselenggarakan, membawa harapan baru bagi ribuan warga yang mengalami gangguan penglihatan.
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Indonesia. Berlangsung secara tahunan, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Tahun ini, fokus utamanya adalah penanganan masalah mata, khususnya katarak dan gangguan penglihatan lainnya.
Salah satu kegiatan utama adalah pemeriksaan mata gratis yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Nabire. Pemeriksaan ini menjangkau sekitar 1.043 siswa. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana sekitar 400 hingga 500 siswa teridentifikasi memiliki masalah penglihatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sebagai tindak lanjut, PT. Freeport Indonesia, melalui inisiatif ‘Fitur Putri Indonesia’, memberikan bantuan simbolis berupa kacamata gratis kepada ratusan siswa tersebut. Bantuan ini sangat diapresiasi mengingat biaya kacamata yang tidak murah dan menjadi penghalang bagi banyak keluarga.

Selain pemeriksaan mata, PT. Freeport Indonesia juga menyelenggarakan operasi katarak gratis yang sudah berlangsung sejak tanggal 5 Agustus kemarin. Operasi ini melibatkan kerja sama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang telah menjadi mitra tetap dalam program-program sosial serupa.
Banyak pasien yang telah menjalani operasi katarak menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada PT. Freeport Indonesia, pemerintah dan pihak sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan ini.
Mereka menyatakan bahwa bantuan ini memungkinkan mereka untuk kembali melihat dengan jelas, membuka kembali jendela dunia yang sempat tertutup akibat katarak.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., menyampaikan apresiasinya yang luar biasa. "Kita apresiasi kerja-kerja PT. Freeport Indonesia dan kita tetap mendukung. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan terus mendukung upaya kemanusiaan seperti ini," ujar gubernur.

Meki Nawipa juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah sedang berfokus pada sektor kesehatan dan berencana untuk menggerakkan layanan kesehatan yang lebih merata. "Kami sedang merencanakan layanan ‘Puskesmas berjalan' agar rumah sakit tidak hanya menjadi puskesmas besar, melainkan bisa menjangkau masyarakat lebih luas," jelasnya.
Sementara itu, Claus Wamafma, Direktur PT. Freeport Indonesia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah refleksi dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan manfaat dari kehadirannya di Tanah Papua.
"Kami percaya bahwa bantuan ini, meskipun mungkin terlihat kecil, memiliki dampak besar. Kami ingin mengembalikan kemuliaan kepada masyarakat yang mungkin tidak terjangkau fasilitas kesehatan," katanya.
Wamafma juga menyinggung tentang kelanjutan program ini. "Ini bukan akhir, ini akan terus berlanjut. Kami akan melakukan banyak aktivitas di Papua Tengah. Kantor administrasi kami juga berpindah ke Papua Tengah, jadi kehadiran kami akan lebih dekat dengan masyarakat," tambahnya.
Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan di Tembagapura dan Mimika. Dua tahun lalu, operasi katarak berhasil dilakukan pada 70-80 pasien. Mereka juga dibantu dengan transportasi dan akomodasi selama proses pengobatan. Hal ini menunjukkan komitmen Freeport untuk tidak hanya melakukan operasi, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan perawatan yang komprehensif.
Ke depan, PT. Freeport Indonesia berencana untuk terus memprioritaskan layanan kesehatan mata di wilayah lain, termasuk di daerah terpencil. "Ada prioritas dan tentu saja operasi katarak menjadi prioritas utama. Kabupaten Mimika dan Nabire serta seluruh Papua Tengah, akan terus menjadi fokus kami," tutup Wamafma.
Dengan kolaborasi antara PT. Freeport Indonesia, pemerintah daerah dan berbagai pihak, harapan untuk masyarakat Papua Tengah yang lebih sehat dan sejahtera semakin nyata. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara swasta dan pemerintah dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.(amd)
Bagikan artikel ini



