Dogiyai – Rencana pembentukan Polres Dogiyai mulai terlihat, hal itu dibuktikan dengan kehadiran Tim Srena Mabes Polri di Dogiyai, Rabu lalu (11/03). Namun, rencana ini mendapat penolakan dari Tokoh Pemuda Dogiyai, Alfred Fredy Anouw, S.IP, yang juga anggota DPR Papua. “Sebagai anak asli dari Dogiyai dan selaku tokoh pemuda Dogiyai, demi rakyat Dogiyai saya nyatakan sikap untuk menolak dengan tegas kehadiran polres di Wilayah adat kami yakni di Tanah adat Kamuu, Mapia dan Piyaiye (KAMAPI)”, kata Anouw. Fredy Anouw berencana akan menemui Kapolda untuk menyampaikan aspirasi penolakan terkait hal ini. Ia juga akan meminta Pemkab Dogiyai baik eksekutif maupun legislatif untuk mengutamakan keluhan dan harapan rakyat Dogiyai yang menolak kehadiran Polres dan Dandim di Dogiyai. “Yang menjadi pertanyaan apakah pemda menerima atau menolak terkait ini,dan saya berharap Pemerintah Dogiyai harus berani menolak. Bupati Dogiyai, Wakil Bupati Dogiyai, Ketua DPRD Dogiyai dan jajaran termasuk saya adalah anak asli Dogiyai. Setiap persoalan yang terjadi di Dogiyai kita siap selesaikan dengan sendiri, Untuk apa kita mau menerima kebijakan pusat yang akan datangkan polres di Dogiyai ini, Saya juga berharap harus ada statement yang keras dari pimpinan eksekutif maupun legislatif di Dogiyai” lanjutnya. “Masalah di Papua yakni masalah sesama orang papua hanya orang papua sendiri yang bisa menyelesaikan. Pemerintah Dogiyai harus tahu Rakyat sedang berharap kepada kita itu hanya pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan sosial serta pembangunan ekonomi mereka bukan kehadiran militer”, tutup Alfred Fredy Anouw. (Ones Yobee)