Festival Budaya dan Pameran Kerajinan Rakyat Intan Jaya Libatkan Ratusan Peserta

SUGAPA – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar Festival Budaya dan Pameran Kerajinan Rakyat Kabupaten Intan Jaya, Kamis (13/11/25) kemarin. Kegiatan dipusatkan di lapangan dan aula St. Misael Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Kegiatan utama, pertama, perlombaan cerita rakyat yang dirangkai dengan tarian tradisional. Kedua, pameran kerajinan tangan seni dan budaya rakyat. Kedua kegiatan ini akan diperlombakan oleh perwakilan 8 distrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.
Ketua panitia pelaksana, Joni Gobai, S.IP, M.Si, dalam laporannya menyampaikan, peserta kegiatan perwakilan dari 8 distrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Dengan rincian, peserta untuk perlombaan cerita rakyat dan tarian tradisional sebanyak 15 orang. Sedangkan untuk pameran kerajinan rakyat diwakili oleh 10 orang. Sehingga total peserta sebanyak 125 peserta perwakilan 8 distrik.
“Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari dana Otsus melalui APBD Kabupaten Intan Jaya tahun 2025 pada DPA Disbudpar Kabupaten Intan Jaya,” kata dia dalam laporannya.
Kata dia, Festival Budaya dan Pameran Kerajinan Rakyat Kabupaten Intan Jaya, bertemakan “ekspresikan eksistensi jati diri kita melalui festival budaya dan pameran kerajinan tangan rakyat Intan Jaya.”
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk, pertama, melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai seni dan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Intan Jaya agar tetap terjaga dari generasi ke generasi. Kedua, meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan produktif. Ketiga, mendorong penguatan ekonomi kreatif masyarakat melalui penyediaan ruang promosi, pameran, dan transaksi produk seni, kerajinan, serta hasil karya pelaku UMKM lokal. Keempat, menjadi wadah apresiasi bagi seniman, budayawan, dan perajin lokal untuk menampilkan karya dan keterampilannya. Kelima, mempererat rasa kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi antar masyarakat melalui interaksi sosial dalam kegiatan budaya. Keenam, menggali potensi wisata budaya daerah sehingga dapat mendukung promosi pariwisata Kabupaten Intan Jaya di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
Lanjutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melestarikan, mempromosikan, dan merayakan warisan budaya lokal yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Tujuan-tujuan spesifik meliputi, pertama, melestarikan warisan budaya. Festival berfungsi sebagai media penting bagi generasi muda untuk terhubung dengan akar budaya mereka dan menghormati tradisi yang diwariskan, mencegah terhapus oleh modernisasi dan globalisasi.

Kedua, mempromosikan budaya local. Acara ini menjadi etalase atau jendela untuk memperkenalkan keunikan budaya, nilai-nilai, kepercayaan, dan tradisi suatu daerah kepada dunia luar atau pengunjung dari daerah lain.
Ketiga, meningkatkan apresiasi budaya. Melalui pertunjukkan seni tradisional, pameran kerajinan tangan, dan kuliner lokal, masyarakat dapat lebih mengenal dan mengapresiasi keunikan budaya setempat.
Keempat, memperkuat identitas daerah dan bangsa. Perayaan keragaman budaya membantu membangun dan memelihara rasa identitas serta menumbuhkan sikap dan rasa memiliki dalam diri masyarakat.
Lebih lanjut dilaporkan, kegiatan ini juga memiliki tujuan sosial dan ekonomi. Diantaranya, pertama, memeprerat tali persaudaraan. Festival memberikan kesempatan bagi anggota komunitas untuk berkumpul, berinteraksi, dan mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan rasa persatuan.
Kedua, mendorong pariwisata lokal. Acara ini dapat menjadi daya tarik wisata yang menarik minta pengunjung, baik domestik maupun internasional, yang mencari pengalaman otentik dan iteraksi langsung dengan masyarakat lokal.
Ketiga, menggerakkan ekonomi daerah. Pameran kerajinan rakyat, khususnya, memberikan manfaat ekonomi dengan mendukung UMKM lokal, membuka peluang pasar bagi perajin, dan meningkatnakn pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
Keempat, sarana edukasi. Festival juga berfungsi sebagai media pendidikan informal di mana pengunjung dapat belajar tentang sejarah, tradisi, dan proses pembuatan kerajinan lokal.
“Secara keseluruhan, festival budaya dan pameran kerajinan rakyat adalah kegiatan yang memberikan manfaat berlipat ganda, baik untuk aspek budaya, sosial, maupun ekonomi,” tegasnya. (ppn)
Bagikan artikel ini



