NABIRE - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire (DKPN), Kamis (10/04/2025), mulai dari jajaran pimpinan, seluruh staf dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Ketahanan Pangan berkumpul dalam acara Halal Bi Halal 1446 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri (Eid Mubarak) tahun 2025 ini.

Kepala DKPN, Yasor Victor Sawo, SP.,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan, Hari Raya Idul Fitri merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Lebih dari sekadar perayaan, momen ini menjadi wadah untuk saling memaafkan dan menjalin kembali hubungan yang mungkin sempat renggang selama setahun terakhir.

"Momen halal bi halal ini secara khusus kita adakan bagi pimpinan, staf, bahkan seluruh pihak yang terlibat, termasuk ibu-ibu dharma wanita dan mitra kerja kita. Jika ada hubungan yang kurang harmonis, inilah saatnya untuk kita rajut kembali," ujar Yasor Victor Sawo dengan penuh harap.

Dirinya mengajak seluruh jajaran Dinas Ketahanan Pangan untuk senantiasa menjaga kekompakan dan menghindari konflik dalam bekerja. "Kita bekerja di kantor ini sebagai satu tim, satu kesatuan. Kebersamaan adalah kunci untuk mencapai tujuan-tujuan besar kita ke depan," tegasnya.

Lebih lanjut, Yasor Victor Sawo berharap agar seluruh peserta dapat mengambil hikmah dari tausiyah yang akan disampaikan oleh Ustadz KH. Mukromin. Ia menekankan pentingnya meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat silaturahmi, baik antar pimpinan, staf maupun anggota DWP. "Semangat kebersamaan yang mungkin sempat menurun sepanjang tahun 2024 hingga 2025, mari kita bangkitkan kembali melalui momen yang penuh berkah ini," imbuhnya.

Sementara itu, KH. Mukromin dalam sambutannya memberikan penjelasan singkat mengenai makna dan keunikan halal bi halal. Ustadz ini menyampaikan, tradisi ini merupakan fenomena khas Indonesia yang tidak ditemukan di negara-negara Islam lainnya, termasuk Arab Saudi sebagai tempat lahirnya agama Islam.

"Halal bi halal ini unik, hanya ada di Indonesia. Islam memang dari Arab, tapi di Arab tidak akan ada acara halal bi halal seperti ini," ungkap Mukromin.

Dia juga menekankan bahwa esensi dari halal bi halal tidak terbatas pada perayaan setelah lebaran saja. Idealnya, semangat saling memaafkan dan menjaga keharmonisan harus dipraktikkan setiap hari.

"Intinya satu, baik antara kepala dinas dan staf, maupun dalam hubungan rumah tangga, kuncinya jangan ada dusta di antara kita," pesannya.

Acara halal bi halal di DKPN ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Sesi tausiyah dan doa bersama menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, semakin memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di antara seluruh peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkokoh soliditas dan sinergitas di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Semangat kebersamaan dan saling memaafkan yang terjalin diharapkan dapat terus terjaga dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedepan.(sam)