NABIRE – Penantian masyarakat Papua Tengah akan kehadiran maskapai Batik Air di Nabire sebentar lagi akan terjawab. Maskapai dengan motif batik pada livery pesawatnya ini telah mengajukan permohonan penerbangan reguler ke Bandara Douw Aturure, Nabire dan direncanakan akan memulai penerbangan komersial pada 10 Oktober 2025 mendatang. Saat ini, Batik Air hanya tinggal menunggu persetujuan slot time dari pihak bandara.

Slot time adalah mekanisme teknis dan administratif yang sangat penting dalam dunia penerbangan (aviasi). Hal ini menjadi kunci utama agar penerbangan dapat beroperasi dengan lancar dan aman. Pihak Batik Air telah mengajukan permohonan jadwal terbang, dan pihak pengelola bandara menyatakan akan berupaya menyesuaikan jadwal agar penerbangan perdana ini dapat berjalan sesuai rencana. Bandara Douw Aturure Nabire sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk menerima kedatangan pesawat Batik Air. Bahkan, pihak Batik Air telah melakukan penilaian lapangan dan asesmen untuk memastikan bahwa infrastruktur bandara layak dan aman sebagai tempat pendaratan pesawat Batik Air. Dengan demikian, tidak ditemukan hambatan teknis dari sisi bandara yang dapat menghambat dimulainya penerbangan ini.

Pihak Bandara Douw Aturure, yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan, telah menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi penerbangan ini. "Kami telah menunggu pengajuan slot time dari Batik Air dan sedang melakukan penyesuaian yang diperlukan. Secara teknis, kami tidak menemukan kendala. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar penerbangan perdana ini dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan," ujar Kasubag Tata Usaha UPBU Bandara Douw Aturure, Rahmat Razaki, S.Sos, belum lama ini.

Terkait penentuan jadwal, maskapai Batik Air memiliki wewenang penuh untuk mengajukan jadwal penerbangan, dan pihak Bandara akan memberikan persetujuan berdasarkan kepadatan lalu lintas udara yang ada. Proses ini memastikan bahwa penerbangan dapat diakomodasi tanpa mengganggu jadwal penerbangan lain yang sudah ada.

Untuk tahap awal, rute yang diajukan oleh Batik Air yakni Makassar–Nabire dan sebaliknya. Rute ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas bagi masyarakat Nabire yang ingin bepergian ke luar Papua, khususnya ke wilayah Indonesia bagian tengah dan barat. Dalam hal operasional penerbangan, Batik Air memiliki otoritas penuh. Ini termasuk penanganan darat seperti penanganan bagasi, pengisian bahan bakar, dan prosedur lainnya. Pihak Bandara hanya perlu diinformasikan mengenai semua aktivitas yang dilakukan oleh maskapai, memastikan koordinasi yang baik dan kelancaran setiap tahapan penerbangan.

Dikabarkan layanan penerbangan Batik Air di Bandara Douw Aturure Nabire (NBX) yang akan menggunakan pesawat tipe Airbus A320-200, Ini menjadi pertama kalinya Bandara Udara di Nabire akan mengoperasikan pesawat bertipe Airbus. Hal ini yang menjadi dampak positif karena menunjukan perkembangan transportasi udara di Nabire

Dengan segala kesiapan yang telah ditunjukkan baik dari pihak Batik Air maupun Bandara Douw Aturure, diharapkan penerbangan perdana pada 10 Oktober 2025 mendatang dapat berjalan sesuai rencana, membuka babak baru dalam konektivitas udara di Nabire. Kehadiran Batik Air diharapkan menjadi salah satu pilihan bagi para penumpang. Sehingga memicu pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.(pelajar SMAN 1 Nabire)