NABIRE - Elimelek Marey merupakan salah satu guru terlama yang telah mengabdi bersama 5 orang teman lainnya di SMP N 1 Napan. Hingga kini dirinya bersama kelima temannya berharap ada mujizat agar nasib mereka bisa diangkat menjadi PNS, walaupun hanya sebagai staf Tata Usaha di SMP N 1 Napan. Semenjak tahun 2002, Elimelek Marey telah resmi menjadi guru honor di SMP N 1 Napan. Hingga saat ini sudah 11 tahun Elimelek Marey telah mengabdi sebagai guru honor dan berulang kali dipanggil ke Dinas Pendidikan untuk mengisi data base dan melengkapi sejumlah berkas lainnya. Namun semuanya belum ada hasil atau kabar kembira bagi Elimelek dan kedua anak serta istrinya.Saat ditemui Papuapos Nabire, Sabtu (15/3) di seputar halaman SMP N 1 Napan, Elimelek Marey atau yang sering disapa Mas Kadu mengatakan, sebagai guru honor yang lama mengabdi hanya bisa berharap ada kepedulian dan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Nabire bagi yang lama mengabdi dengan sapaan guru honorer.Karena sudah 11 tahun mengabdi sebagai guru honor, dirinya hanya bisa berharap untuk dapat diperhatikan dan diangkat menjadi PNS oleh pemerintah Kabupaten Nabire.  Sebab di tengah usia pengabdian yang telah dilakukan selama ini sudah mengajarkan dirinya untuk mengabdi dengan jujur dan setia serta merasa terpanggil di ladang pendidikan.“Pemerintah Kabupaten Nabire jangan lagi tutup mata, telingan dan hati untuk mendengar teriakan kami. Sebab teriakan kami bukan direkayasa tetapi ini dengan ketulusan atas pengabdian yang telah dilakukan selama 11 tahun yang membuat kami lebih tahu dan memahami akan tugas panggilan sebagai seorang guru,” tuturnya.Sementara itu, Kepala SMP N 1 Napan, Petrus Marey, S.Pd ketika disinggung soal berapa guru honorer dan masalah apa yang membuat mereka tidak diangkat menjadi PNS, mengatakan, hingga kini ada 6 orang guru honerer di SMP N 1 dan dari 6 orang guru nonor dan yang paling lama bertugas sebagai guru honorer hanya Elimelek Marey.     Dan selama ini selaku kepala sekolah sudah mengusulkan bahkan ikut berjuang sendiri. Namun yang menjadi kendala adalah latar belakang pendidikan dari para guru honor. Sehingga dirinya juga berharap agar mereka bisa diperhatikan dan diangkat menjadi PNS walaupun hanya selaku pegawai staf tata usaha.“Yang penting nasib dan masa depan mereka dan keluarga jelas,” tutur Marey Petu. (des)