Ekskul PMR di SMAN 1 Nabire, Bangun Kepedulian dan Kesiapsiagaan

NABIRE - Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang cukup aktif di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga menanamkan sikap peduli terhadap sesama.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang PMR, dilakukan wawancara bersama Iriyani Paressa Patola, S.Pd, selaku pembina ekskul PMR di SMA Negeri 1 Nabire.
Dalam wawancara dengan pembina PMR SMAN 1 Nabire, terungkap bahwa ekstrakurikuler PMR dimulai ada di sekolah ini sejak 18 Agustus 2008 silam.
Tujuan utama dibentuknya PMR di sekolah ini sebagai wadah pengembangan soft skill dalam bidang kesehatan serta pengembangan jiwa kemanusiaan. Menurutnya, PMR menjadi penting karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan yang tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga di masyarakat.
Latihan rutin menjadi bagian penting dari kegiatan PMR. Di mana mereka tidak hanya berlatih sendiri di sekolah, tetapi juga melakukan latihan gabungan dengan PMR dari sekolah lain di Nabire.
Hal ini menunjukkan semangat kolaborasi dan keseriusan dalam mengembangkan kemampuan anggota PMR. Salah satu perbedaan mencolok PMR dibandingkan dengan ekstrakurikuler lain, yakni fokusnya pada pengajaran pertolongan pertama dan penanaman jiwa kemanusiaan, khususnya bagi siswa SMA.
Soft skill yang diajarkan dalam PMR, seperti pertolongan pertama, disebut sangat berguna di masyarakat. Dengan bekal ini, anggota PMR diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam situasi darurat.
Kerja sama dengan organisasi seperti Basarnas Nabire dalam manajemen bencana juga menjadi salah satu aspek penting kegiatan PMR. Mereka aktif mengikuti pelatihan seperti pelatihan pertolongan pertama, bantuan hidup dasar dan pemeriksaan kesehatan dasar.
Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan minat siswa untuk bergabung dengan PMR di tengah maraknya penggunaan gadget yang menyita waktu anak-anak muda saat ini.
Namun, menurut pengurus, minat siswa untuk mengikuti kegiatan PMR ternyata sangat besar. Mereka melihat antusiasme yang tinggi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.
Hasilnya, PMR di SMA ini tetap eksis dan semakin banyak siswa yang tertarik bergabung. Kader-kader PMR semakin bertambah, menunjukkan bahwa ekskul ini masih relevan dan diminati oleh siswa. Dengan demikian, PMR tidak hanya menjadi wadah pengembangan diri, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang penting bagi generasi muda.
Selain mewawancarai pembina PMR, salah satu anggota aktif PMR di sekolah, siswa dari kelas XI. Ia membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan ini.
"Sebagai anggota PMR, saya merasa banyak mendapatkan pengalaman yang tidak saya temukan di kelas. Mulai dari belajar cara menangani luka, membantu teman yang sakit hingga memahami pentingnya sigap dalam keadaan darurat. Kegiatan-kegiatan ini membuat saya lebih peduli terhadap sekitar dan merasa punya tanggung jawab sosial," ujarnya.
Menurut dia, bergabung dengan PMR memberikan banyak pelajaran berharga. “Saya belajar bagaimana memberikan pertolongan pertama, menangani luka ringan dan menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Ia juga menceritakan pengalaman yang berkesan ketika ikut membantu sebagai tim kesehatan dalam acara/lomba di sekolah. Saat itu, ia merasa ilmu yang mereka pelajari benar-benar bermanfaat dan bisa diterapkan secara nyata. “Meskipun hanya membantu hal-hal kecil, saya merasa peran kami sangat penting,” tambahnya.
Dari kegiatan itu, kelompok penulis melihat bahwa kegiatan PMR memberikan manfaat nyata bagi siswa, baik secara teknis maupun dari sisi karakter.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di PMR, diantaranya latihan rutin, Latgab PMR, Musyawarah Unit (Musnit), pawai obor ketika acara ulang tahun PMI, outdoor gabungan, ujian makalah, Bukber gabungan dan penerimaan slayer.
Kegiatan PMR tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan medis dasar, tetapi juga membentuk karakter yang peduli dan bertanggung jawab. “Kami berharap kegiatan ini terus berjalan dengan baik, harapannya PMR bisa terus berkembang dan menjadi ekskul unggulan di sekolah dan semakin banyak siswa yang tertarik bergabung,” harap mereka.(pelajar SMAN 1 Nabire)
Bagikan artikel ini


