NABIRE - Dalam rangka Hari Keluarga Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerjasama dengan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) mengadakan seminar tentang tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat lewat link Zoom pada Senin (19/5/25), bertempat di ruang Dinas Kominfo Kabupaten Nabire.

Pantauan awak media ini, peserta mengikuti kegiatan seminar, yakni DWP Kabupaten Nabire melalui zoom untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada orang tua mengenai gerakan tujuh Kebiasaan anak Indonesia hebat, dengan tema ‘Peran Orang Tua Dalam Membentuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’.

Pendiri Komunitas Ayah ASI Indonesia, Sogi Indra Dhuaja, dalam penjelasannya mengatakan, tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat. Peluncuran gerakan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan generasi emas Indonesia menuju tahun 2045.

Narasumber dalam kegiatan tersebut, Tenaga Ahli Mendikdasmen, Rita Pranawati, Pendiri Psikolog Sentra Psikomedika, Neliana Puspita, M.Psi dan Pendiri Komunitas Ayah ASI Indonesia, Sogi Indra Dhuaja. Berpakaian batik dharma wanita batik bebas. Adapun peserta terdiri dari DWP instansi pemerintah pusat, 81 lembaga 2 orang berjumlah 162 orang.

Ada juga dari DWP provinsi di 38 provinsi 3 orang berjumlah 114 orang, sedangkan DWP pemerintah kabupaten/ kota dari 514 kabupaten/kota sebanyak 2 pserta berjumlah 1.028 orang, sehingga keseluruhan di Indonesia berjumlah 1.304 orang akan mengikuti kegiatan seminar tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, khususnya Ibu-ibu DWP Kabupaten Nabire.

Seusai mengikuti kegiatan tersebut, perwakilan DWP Kabupaten Nabire, Damaris Parintak, S.Pd.,M.Pd menyampaikan selaku DWP Kabupaten Nabire menyampaikan, ucapan terima kasih kepada pihak kementriian pendidikan agar telah memberikan informasi tentang peran orang tua dalam membentuk tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

“Kegiatan ini sebaiknya dari dharma wanita mempraktekkan ke dalam organisasi, sehingga kami sebagai ibu-ibu bisa akan menjadi teladan dalam lingkungan keluarga, dari masyarakat, dari manapun kami berada,” pungkasnya.(modes)