NABIRE – Dukungan berbagai kalangan di wilayah Meepago mengalir untuk pasangan Lukas Enembe, S.IP, MH dan Klemen Tinal, SE, MM. Sejumlah tokoh dari sejumlah kalangan telah menyatakan diri mendukung dan akan berjuang demi kemenangan Pasangan Lukmen pada Pilkada Gubernur Papua tahun 2018 ini. Hal ini terkemua saat digelar kampanye pertemuan terbatas Pasangan Lukmen di GOR Kotalama, Nabire, Senin (12/3) kemarin.Menanggapi dukungan ini, Lukas Enembe menyampaikan terima kasih kepada para tokoh masyarakat baik itu kepala suku, tokoh yang dituakan di Nabire dan juga termasuk masyarakat nusantara yang ada di daerah ini. Lukas Enembe juga mengaku bangga karena selama ini masyarakat Nabire telah menjaga keutuhan negara. Hal ini terlihat dengan terciptanya suasana aman dan damai di Nabire, dan masyarakat juga hidup dengan adanya jaminan keamanan. Hal ini terjadi, lanjut Lukas, tentu saja merupakan bukti berjalan baiknya kebijakan pemerintah baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten.Lebih lanjut Lukas Enembe menuturkan, keprihatinan dirinya bersama pasangan mendorong untuk maju pada pesta demorkasi pada periode pertama. Saat itu kondisi daerah dalam hal ini soal keuangan daerah tergolong masih kecil, sementara Papua masih membutuhkan banyak pembangunan di segala bidang. Dalam rangka menggali sumber-sumber pendapatan daerah, lanjut dia, dibuka peluang investasi bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Papua. Hanya saja karena sejumlah persoalan, peluang untuk mengundang investor masuk ke Papua belum optimal dalam upaya mencari penambahan sumber pendapatan daerah.“Oleh karena itu, kami dua maju, saya hitung ternyata bisa dirubah soal pembagian dana Otsus karena itu merupakan kebijakan gubernur. Sebenarnya saat ini 100 persen dana Otsus sudah untuk rakyat, jadi kalau ada yang memberikan janji itu kami sudah lakukan,” ujarnya di hadapan ribuan massa di dalam GOR Kotalama. Lanjut Lukas Enembe, dana Otsus saat ini pembagiannya 80 persen dikelola kabupaten dan 20 persen dikelola provinsi. Dari 20 persein yang dikelola provinsi, terbagi menjadi 10 persen alokasi untuk lembaga keagamaan dan 10 persen lainnya dikelola provinsi dan kabupaten untuk program seperti Prospek, Gerbangmas, maupun Kartu Papua Sehat.“Jadi kalau mau dihitung-hitung sebenarnua sudah 100 persen dana Otsus itu untuk masyarakat. Hanya saja, pertanggungjawaban 20 persen dilakukan oleh pemerintah provinsi dan 80 persen pertanggungjawaban dilakukan oleh kabupaten,” katanya.Berbicara soal dana, lanjut Lukas Enembe, dirinya sejak awal juga sudah berjuang untuk bersuara ke PT. Freeport Indonesia. Perjuangan yang cukup panjang akhirnya membuahkan hasil, kata Lukas, dimana akan dapat 10 persen dari Freeport untuk rakyat Papua.(ros)