NABIRE - Momen Pentahbisan Uskup Timika akan mulai berlangsung dari 13-15 Mei 2025. Data yang diterima di media sosial, yang menggembirakan bagi umat Katolik Keuskupan Timika sesuai jadwal kegiatan yang dilaksanakan.

Uskup Keuskupan Timika akan ditahbiskan oleh Duta Besar (Dubes) Vatikan untuk Indonesia atau Nunsius Apostolik, Mgr. Piero Pioppo.

Nunsius Apostolik yang akan memimpin misa Pentahbisan Uskup Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA, pada 14 Mei 2025 ini dan dipastikan tiba di Timika pada 13 Mei 2025.

Panitia telah menyiapkan penjemputan untuk Nunsio di Bandara Internasional Mozes Kilangin, Timika pada pukul 07.00 WIT atau jam 7 pagi. Setiba di Bandara, Nunsius akan diantar ke Hotel Rimba Papua untuk beristirahat.

Saat ini uskup sudah tiba di Timika adalah Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr Fransiskus Kopong Kung.

Kedatangannya pada Minggu (11/5/2025) pagi kira-kira pukul 08.35 WIT, dijemput panitia pentahbisan dan ketua serta warga Ikatan Keluarga Flobamora, Kabupaten Mimika.

Mgr. Fransiskus Kopong Kung disambut di Bandara dengan Tarian Jai yang merupakan tarian dari Ngada.

Untuk diketahui, sesuai jadwal, pada Senin (12/5/2025) akan ada sembilan uskup yang tiba di Timika, selanjutnya Selasa (13/5/2025), 17 uskup pula tiba di Timika. Pada 13 Mei 2025 akan dilakukan Ibadah Vesper Agung mulai pukul 17.00 WIT atau jam 5 sore.

Misa Tahbisan Uskup dilaksanakan pada 14 Mei 2025 mulai pukul 09.00 WIT. Misa perdana Uskup Timika dilaksanakan pada 15 Mei 2025 mulai pukul 09.00 WIT.

Bupati Mimika, Johannes Rettob yang juga sebagai Ketua Umum Panitia Pentahbisan Uskup Timika, mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menyukseskan perayaan Tahbisan Suci ini.

Kesempatan yang sama Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Dorotheus Jemalut juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Mimika menjaga keamanan, ketertiban untuk menyukseskan Tahbisan Suci ini.

“Mimika ini dikenal dengan daerah toleransi, mari kita sama sama menjaga marwah kota ini dengan tidak melakukan hal-hal yang sifatnya melanggar hukum. Mari kita beri rasa aman dan nyaman untuk semua tamu keuskupan sehingga saat mereka pulang memiliki kesan yang baik, Timika kota yang nyaman dan toleransinya luar biasa,” pesannya.(modes)