Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Kampung di Papua
Pengembangan koperasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut diharapkan membuka akses pasar bagi produk masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi hingga tingkat kampung.

MIMIKA – Potensi pertanian di kampung-kampung Papua mulai diarahkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kopdes Merah Putih Limau Asri Timur dipersiapkan menjadi wadah untuk menampung dan memasarkan hasil pertanian, khususnya padi, guna memenuhi kebutuhan pasar di Timika.
Pengembangan koperasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut diharapkan membuka akses pasar bagi produk masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi hingga tingkat kampung.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menegaskan bahwa pengembangan koperasi harus bertumpu pada potensi unggulan yang dimiliki masyarakat setempat.
“Potensi lokal harus digali. Tujuannya bagaimana menggerakkan ekonomi lokal supaya tumbuh,” ujarnya.
Menurut Samuel, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan Kopdes Merah Putih. Warga didorong tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga bergabung sebagai anggota sekaligus pemilik koperasi.
Partisipasi tersebut diharapkan memperkuat tata kelola koperasi agar berjalan transparan, memiliki kegiatan usaha yang berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kampung.
Bukan Sekadar Gerai, tetapi Pusat Kegiatan Ekonomi
Secara nasional, pemerintah mengarahkan Kopdes Merah Putih menjadi pusat layanan ekonomi yang menghubungkan berbagai program pemerintah dengan aktivitas produktif masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, koperasi dirancang tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai simpul distribusi berbagai program pemerintah, termasuk bantuan sosial, pupuk bersubsidi, serta penyerapan hasil pertanian dan perikanan.
“Koperasi ini dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi akan menjadi simpul distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk bersubsidi, hingga penyerapan hasil pertanian dan perikanan,” ujarnya.
Konsep tersebut membuka peluang bagi koperasi untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai ekonomi masyarakat. Produk pertanian dan perikanan yang dihasilkan warga diharapkan memiliki jalur pemasaran yang lebih terorganisasi, sementara kebutuhan masyarakat dapat dilayani melalui kelembagaan ekonomi kampung.
Di Mimika, potensi produksi padi di Limau Asri Timur menjadi salah satu sektor yang diarahkan untuk mendukung tujuan tersebut. Apabila dikelola secara optimal, koperasi berpeluang mempertemukan petani dengan pasar sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Kesiapan Pengelola Jadi Penentu
Untuk mendukung pelaksanaan program secara nasional, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia pengelola koperasi. Sebanyak 28.620 calon manajer dilaporkan telah menerima surat keputusan penempatan pada September 2026, dengan lebih dari 85 persen menyatakan kesediaan untuk bertugas.
Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Kementerian Koperasi, Naslindo Sirait, menekankan bahwa keberhasilan koperasi tidak cukup diukur dari tersedianya bangunan dan fasilitas pendukung. Pengurus juga harus mampu mengembangkan usaha yang produktif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Di samping berfungsi menjadi gerai, kita juga berharap tempat ini dimanfaatkan untuk mendorong bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” katanya.
Penekanan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan pengelola, kemampuan membaca peluang pasar, serta tata kelola usaha akan menjadi bagian penting dalam menentukan keberlanjutan koperasi.
Kopdes Merah Putih Limau Asri Timur sendiri masih menjalani proses verifikasi dan validasi serta melengkapi sejumlah fasilitas pendukung sebelum mulai beroperasi.
Menunggu Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Dengan tahapan persiapan yang masih berlangsung, tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi dapat beroperasi secara efektif dan memiliki kegiatan usaha yang sesuai dengan potensi kampung.
Ketersediaan pasar bagi hasil pertanian, keterlibatan aktif anggota, transparansi pengelolaan, serta kemampuan pengurus menjaga keberlanjutan usaha akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan program tersebut.
Bagi masyarakat Limau Asri Timur, keberadaan koperasi diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi berkembang menjadi sarana untuk memperluas pemasaran hasil pertanian, meningkatkan peluang pendapatan, dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, pengembangan Kopdes Merah Putih di Papua kini menghadapi pekerjaan penting: menerjemahkan konsep pemberdayaan ekonomi menjadi manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat kampung. (ist)
Bagikan artikel ini



