NABIRE - Kurang lebih dua tahun, Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (BLUD RSUD) Nabire kini tidak lagi menjadi hak kelola pemerintah Kabupaten Nabire. Setelah Bupati Nabire, Mesak Magai menyerahkan pengelolaannya kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Serah terima berlangsung dalam Rapat Kerja Kepala Daerah (Rakerkada) se-Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (24/4/2025).

Bupati Nabire, Mesak Magai mengatakan, penyerahan hak kelola selama dua tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Provinsi Papua Tengah.

“Bukan Pemda Nabire tidak mampu kelola, tapi peralihan pengelolaan ini dimaksudkan agar Pemprov Papua Tengah dapat memberikan supervisi yang lebih optimal terhadap RSUD Nabire. Itu tujuan kami serahkan selama dua tahun,” kata Mesak.

Sementara itu, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Nabire atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Pemprov Papua Tengah untuk mengelola BLUD RSUD Nabire.

"Pak bupati percayalah, sedikit lagi kita akan keluar dari semua ini. Kalau kita bersatu begini, maka kita akan selesaikan rumah sakit ini," ujar Meki penuh optimis.

Dikatakan Meki, untuk membenahi manajemen dan memperbaiki serta meningkatkan mutu pelayanan, dia berencana menjalin kolaborasi dengan rumah sakit lain di Indonesia.

“Kita mungkin gandeng rumah sakit Siloam atau siapa saja yang bisa digandeng. Ini harga diri kita, provinsi yang baru. Kita mau dan wajib menuju era yang baru ke depan," kata Meki yakin.

Meki tegaskan, tidak lagi jualan, dan melarang semua bentuk praktik bisnis maupun politik di rumah sakit. Pelayanan harus berlandaskan kemanusiaan.

“Jadi sekali lagi tidak boleh ada dokter yang mau “jualan”, karena kita akan “bersikan”. Kalau ada

yang bermain-main di RSUD Nabire, akan kita “habisi” satu kali,”tegas Meki. (you)