Dua Pelajar Nabire Lolos Finalis Olympiade se-Indonesia
NABIRE - Dua pelajar dari Kabupaten Nabire, tepatnya dari SMA Negeri 3 Nabire, masing-masing Gino Pasinggi Paembonan dan Claudio Febryan telah lulus sebagai finalis Olympiade Matematika dan Bahasa Inggris tingkat SMA/MA dan SMK se-Indonesia yang digelar belum lama ini.
Bagikan
NABIRE - Dua pelajar dari Kabupaten Nabire, tepatnya dari SMA Negeri 3 Nabire, masing-masing Gino Pasinggi Paembonan dan Claudio Febryan telah lulus sebagai finalis Olympiade Matematika dan Bahasa Inggris tingkat SMA/MA dan SMK se-Indonesia yang digelar belum lama ini.
Berdasarkan surat yang dikeluarkan pihak panitia dengan nomor : Olympiade –V-SMA/05/2017, kedua murid SMAN 3 Nabire ini dipanggil untuk selanjutnya mengikuti tes tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Kampus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Tes tingkat nasional akan diselengarakan Sabtu, 30 September dan Minggu 1 Oktober 2017. Claudio Febryan akan mengikuti tes Bahasa Inggris pada tanggal 30 September dan Gino Pasinggi Paembonan akan mengikuti tes matematika pada tanggal 1 Oktober 2017.“Keberhasilan dua murid SMA N 3 Nabire ini bukan semata membawa nama baik keduanya atau sekolah saja. Tetapi ini sudah membawa nama baik Nabire dan Papua dikancah nasional,” kata Kepala SMAN 3 Nabire, Aser Bawotong, S.Pd.,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Selasa (18/9), di ruang kerjanya.Dikatakan, untuk bidang study Bahasa Inggris telah diikuti oleh 800 SMA/MA dan SMK yang ada dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah peserta 146 orang. Namun dari jumlah itu, Claudino Febryan bisa keluar dengan nilai terbaik dan mewakili satu Pulau Papua yang besar ini ke tingkat nasional.Sementara untuk bidang study Matematika dari 800 SMA/MA dan SMK yang ikut tes dengan jumlah peserta 138 orang, Gino Pasiggi Paembonan dari SMA N 3 Nabire juga meraih prestasi nilai yang sangat memuaskan dan masuk menjadi salah satu peserta tes olympiade tingkat nasional bidang study Matematika.Dari keberhasilan dua putra terbaik SMA N 3 Nabire ke tingkat nasional ini, tentunya pihak sekolah memohon bantuan dan dukungan dana dari pemerintah Kabupaten Nabire. Karena paling lambat pada tanggal 28 September 2017 kedua murid ini bersama tiga orang guru pendamping sudah harus ada di Kota Malang tempat olympiade diselenggarakan. (des)
Bagikan artikel ini


