Dua Kadisdik Hadiri Penutupan O2SN SD dan SMP/MTs Tingkat Provinsi
NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Marten Ukago, SE, M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, menghadiri penutupan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2S) SD dan SMP/MTs tingkat Provinsi Papua Tengah. Penutupan digelar di Hotel Karya Papua, Rabu (9/8/23). Kedua kepala dinas diberikan kesempatan menutup O2SN.

NABIRE - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Marten Ukago, SE, M.Si dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, menghadiri penutupan Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2S) SD dan SMP/MTs tingkat Provinsi Papua Tengah. Penutupan digelar di Hotel Karya Papua, Rabu (9/8/23). Kedua kepala dinas diberikan kesempatan menutup O2SN.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Marten Ukago, SE, M.Si dalam sambutannya mengatakan, kegiatan O2SN tingkat Provinsi Papua Tengah telah berlangsung kurang lebih selama tiga hari yang dimulai dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2023. Dirinya selaku kepala dinas meminta kepada panitia, dewan juri maupun para pelatih agar kegiatan O2SN ini terus dipertahankan. Sehingga pada tahun–tahun mendatang akan bisa tampil dan lebih baik serta meriah.
Dirinya berpesan kepada para atlet yang telah berhasil meraih juara 1 dan akan mewakili Provinsi Papua Tengah ke tingkat nasional, kemenangan tidak berakhir sampai di sini. Tetapi harus dilalui lagi dengan kegiatan-kegiatan latihan yang rutin. Agar dari sekian atlet dari 9 cabang olahraga yang diikuti ini ada yang bisa keluar sebagai juara 1 tingkat nasional dan lebih dari itu juga bisa ke tingkat ASEAN.
“Saya ingin berpesan kepada para atlet agar selalu menjaga kesehatan, mental dan terus semangat serta harus tekun berlatih. Karena menurut saya dari keempat hal yang disebutkan di atas kita percaya akan menjadi kunci sukses,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, menambahkan, kegiatan O2SN yang telah berlangsung selama tiga hari sesungguhnya untuk membangun tali silaturahim antar sesama pelajar.
Dan hal yang kedua adalah untuk meningkatkan kreatifitas bakat dan kemampuan peserta didik dalam bidang olah raga. Sehingga bagi yang menang diharapkan untuk terus berlatih. Sementara yang kalah agar tidak pesimis tetapi kembali berlatih guna meraih kesuksesan yang sempat tertunda. (des)
Bagikan artikel ini



