Dua Distrik Dini Hari Terendam Banjir, 1 Kawasan Alami Longsor
NABIRE - Hujan yang mengguyur Nabire sejak Senin malam (18/02) hingga Selasa dini hari (19/02) mengakibatkan sejumlah wilayah dan dua (2) di
Bagikan
NABIRE - Hujan yang mengguyur Nabire sejak Senin malam (18/02) hingga Selasa dini hari (19/02) mengakibatkan sejumlah wilayah dan dua (2) distrik di Nabire terendam banjir. Selain banjir, juga terjadi longsoran di salah satu jalan, yakni Jalan Poros Karadiri 1 yang menghubungkan kota Nabire dengan wilayah Distrik Wanggar.Data dan informasi yang diterima media ini, tercatat ada dua yang terdampak banjir akibat hujan tersebut, yaitu Distrik Yaro dan sebagian Distrik Wanggar. Di Distrik Yaro hampir semua kampung terdampak banjir. Sementara di Distrik Wanggar, banjir terjadi di Kampung Karadiri 1 dan Kampung Wiraska. Banjir juga terjadi di Kampung Sima, Distrik Yaur Nabire.Selain banjir juga terjadi longsoran di Jalan Poros Karadiri 1 yang menghubungkan kota Nabire dengan wilayah Distrik Wanggar. Berdasarkan informasi warga, kendaraan sudah bisa melewati jalur alternatif Karadiri 1, namun hanya kendaraan roda empat. Jika kendaraan roda dua ingin melintas, sebaiknya bukan kendaraan rendah dan gampang tergenang air. Karena ada sejumlah motor yang tetap nekat menyeberang dan mogok.Sedangkan jalan poros Karadiri 1 yang tertimbun longsor Senin malam, hingga Selasa pagi pukul 08.00 WIT masih belum bisa dilewati.Info terkini jalur alternatif Karadiri 1 pagi ini sementara baru bisa dilewati kendaraan roda 4. Untuk roda 2 hanya yang lebih tinggi knalpot dan busi tertutup rapat yang berani melintas. Motor matik tidak berani lewat. Ada beberapa motor nekat menyeberang mengalami mogok.*BMKG Analisa Sementara Penyebab BanjirDengan kejadian tersebut, pihak BMKG Nabire menganalisa penyebab terjadi hujan pada hari Senin malam hingga Selasa dini hari kemarin itu, secara metereologis, banjir di sejumlah wilayah di Nabire disebabkan hujan lebat dengan intensitas 89.4 mm. Ini termasuk kategori hujan lebat.Hal ini seperti terang prakirawan BMKG Nabire, Eusebius Andronikus, yang menyebutkan, hujan lebat yang terjadi disebabkan adanya arus angin atau pergerakan angin yang membawa massa udara dingin dari Samudera Pasific.Selain itu hujan lebat juga terjadi karena adanya pembelokkan angin (shearline) di atas wilayah Nabire. Pola inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan awan sehingga terjadi hujan dengan intensitas ringan namun dalam durasi yang lama.(wan/ist)
Bagikan artikel ini



