Dua Anggota DPRD Ketuk Pintu Kunjungan Reses di Siriwini
NABIRE - Dua anggota DPRD Kabupaten Nabire, yakni Katherin Maruanaya selaku Wakil Ketua Komisi B dan anggotanya Karel E. Tawaru, Jumat (27/4
Bagikan
NABIRE - Dua anggota DPRD Kabupaten Nabire, yakni Katherin Maruanaya selaku Wakil Ketua Komisi B dan anggotanya Karel E. Tawaru, Jumat (27/4), melakukan kunjungan kerja di kantor Kelurahan Siriwini dan langsung bertemu dengan Lurah Siriwini Amandus Ayer bersama staf dan 22 Ketua–ketua RT yang ada di Siriwini.Pada kata pembukaannya, Karel E. Tawaru dalam arahan mengatakan, secara adat Papua kami berdua selaku wakil rakyat telah datang dan mengetuk pintu lewat lurah untuk datang melakukan kegiatan reses di Kelurahan Siriwini, Nabire.Untuk itu, pada kesempatan ini bukan kami berdua datang selaku wakil rakyat untuk mencari-cari kesalahan, tetapi kami datang ingin melihat dan mendengar hal–hal yang menjadi masalah di masyarakat yang ada di Siriwini lewat Ketua-ketua RT/RW dan para tokoh masyarakat.Dan hal-hal yang disampaikan dalam pertemuan ini, yang bisa dijawab akan kami berdua mencoba untuk menjawab, tetapi yang tidak bisa dapat ditampung dan selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati selaku pejabat pengambilan keputusan.Lebih jauh dikatakan Katherin Maruanaya dan Karel Tawaru, selaku wakil rakyat kami sangat sesalkan kantor Kelurahan Siriwini yang pagarnya cuma dari kawat duri, sehingga aspirasi yang kami dapat dari reses ini akan disampaikan dan sesungguhnya kami DPRD Nabire tidak tinggal diam.Katherin Maruanaya menambahkan, selaku wakil rakyat pada saat pertemuan ini mengajak masyarakat dan semua lapisan masyarakat Kelurahan Siriwini untuk turut menyukseskan MTQ yang akan dilaksanakan di Kabupaten Nabire awal bulan Mei nanti.Untuk itu, masyarakat Kelurahan Siriwini diajak menunjukan hidup berkebhinekaan dengan menjaga toleransi antar umat beragama serta budaya, suku dan bahasa, karena di Kabupaten Nabire sudah ada semua suku yang ada di Indonesia dan kata orang Nabire ini Indonesia kecil yang aman dan damai.Sementara pada sesi tanya jawab, 22 ketua RT yang ada di Kelurahan Siriwini kembali mengusulkan kepada dua wakil rakyat bahwa kini sudah 16 bulan para RT-RT tidak menerima honor lagi, sehingga para RT minta wakil rakyat tolong sampaikan kepada pemerintah daerah. (des)
Bagikan artikel ini



