Dr Tebai: Teori Komunikasi 'Aka Wuguu' Penting dalam Kesehatan
NABIRE - Dokter gigi, Yohanes Tebai, MH.Kes kepada media ini (28/5) mengatakan, detik ini dunia pelayanan kesehatan sangat membutuhkan komunikasi.

NABIRE - Dokter gigi, Yohanes Tebai, MH.Kes kepada media ini (28/5) mengatakan, detik ini dunia pelayanan kesehatan sangat membutuhkan komunikasi.
Alat-alat kesehatan sudah semakin canggih, kesediaan sarana prasarana memadai, petugas sudah dibekali dengan pendidikan yang tinggi-tinggi, tetapi ada satu hal yang dirasa sangat kurang dan perlu dipoles terus-terus, yaitu komunikasi.
Lalu, komunikasi yang bagaimana? kata dokter, komunikasi 'Aka Wuguu' yang kurang selama ini. Ikuti wawancara singkat berikut ini.
Detik ini, dunia kesehatan butuh komunikasi dua arah yang sama-sama saling mengerti antara pasien dan petugas kesehatan. Komunikasi dua arah itu sangat penting, makanya saya angkat dari kata radikal dalam bahasa Mee 'Aka Wuguu', yaitu baku lempar lumpur dan bila perlu baku gosok lumpur sampai muka dokter tidak kelihatan.
Iya benar. Detik ini, antara pasien dan petugas kesehatan butuh komunikasi model ini, butuh komunikasi ini. Dengan demikian penanganan kesehatan lebih tepat sasaran, terfokus pada penyakit dan ujung-ujungnya ada kepuasan dan kita sama-sama mau hidup sehat.
Selama ini sering yang terjadi miskomunikasi, sehingga sering terjadi masalah dimana-mana, seperti beberapa kasus di beberapa kabupaten Provinsi Papua Tengah. Penyebab utama karena komunikasi dua arah, yaitu hanya lempar lumpur kesana. Komunikasi satu arah. Tidak pernah dengar dengan baik keluhan dari pasien. Bahkan sering setengah-setengah. "Makanya kita harus perbaiki dengan mendalami komunikasi untuk menghindari miskomunikasi yang bisa berakibat fatal," ujarnya.
drg Jhon Tebai dan Mantri Oktovianus Kedeikoto, ketika sedang wawancara singkat di Jalan Bumiwonorejo Nabire, Provinsi Papua Tengah. Komunikasi alat 'Aka Wuguu' sangat penting dalam pelayanan dunia kesehatan.
Di sana ada semangat, di sana ada suka cita, keterbukaan, apalagi menghadapi masyarakat yang tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Kedepan selaku Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinkes akan berusaha terus mengembangkan teori 'Aka Wuguu' agar masyarakat mencintai kesehatan dan hidup semakin sehat.
Di Provinsi Papua Tengah ada dua penyakit yang sangat berbahaya, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular, seperti HIV/Aids, TBC, Kudis, sangat tinggi di Provinsi Papua Tengah, tetapi yang lebih berbahaya adalah penyakit tidak menular seperti stroke, tensi dan gula. Ini harus terus kita sosialisasi dari hari ke hari agar Papua Tengah ini bangkit.(modes)
Bagikan artikel ini



