NABIRE - Akibat Drainase depan SMP Negeri 4 Nabire tersumbat hingga kantor Dinas Pendidikan, akhirnya ruangan kelas atau ruangan belajar para murid di SMPN 4 Nabire menjadi sasaran genangan air yang pada akhirnya dapat menggangu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), jika hujan guyur kota Nabire di malam maupun siang hari. Dengan demikian pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Nabire diminta untuk melihat kondisi tersebut, karena ini menyangkut ancaman dan gangguan terhadap proses pendidikan, bahkan lebih ironis lagi pihak sekolah telah mengadukan persoalan ini ke instansi teknis (DPU, red), namun hingga saat ini belum ada tanggapan bahkan perhatian serius dari pemerintah daerah.Demikian dikatakan Kepala SMP N 4 Nabire H. Siswandi,S.Pd.,M.Pd, kepada Papuapos Nabire, Senin (17/10), di seputar halaman sekolahnya seraya menambahkan, jika hujan di malam hari akan dibersihkan di pagi hari sebelum masuk sekolah, namun jika hujan di pagi hari maka proses KBM akan terganggu lantaran kelas menjadi sasaran genangan air.Untuk itu, lanjutnya, pihak sekolah mewakili murid dan orang tua meminta adanya perhatian yang serius berupa kebijakan terhadap perbaikan drainase yang tersebut, karena kini musim hujan di setiap hari yang pada akhirnya ikut mengganggu proses KBM di jam-jam normal dan efektif KBM.“Bukan saja akibat drainase tersebut dari Bank Mandiri hingga kantor Dinas Pendidikan saja, akan tetapi air juga datang dari belakang sekolah dan samping bagian barat sekolah lebih tepatnya dari gedung Karel Gobay, sehingga pembangunan drainase bukan di depan saja, akan tetapi juga di bagian belakang juga harus dibangun,” imbuhnya. (des)