DPUPR Nabire Peringati Hari Bhakti PU ke-72
NABIRE - Bertempat di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Nabire, Senin (4/12) pukul 08.30 WIT digela
Bagikan
NABIRE - Bertempat di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Nabire, Senin (4/12) pukul 08.30 WIT digelar Upacara Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum ke-72 Tahun 2017.Dalam sambutan tertulis Menteri PUPR Republik Indonesia M. Basuki Hadimuljono yang dibacakan Asisten III Piter Erari, SE.,M.Si mewakili Bupati Nabire mengatakan, 72 tahun bukanlah usia yang singkat bagi Kementerian PUPR dalam memberikan darma baktinya bagi bangsa yang besar ini. Tepat 72 tahun yang lalu sebanyak 21 orang pegawai yang ditugasi menjaga gedung sate di Bandung yang merupakan Gedung Departemen Pekerjaan Umum saat itu, mendapat serangan dari pasukan sekutu dengan persenjataan berat. Namun, kekompakan kebersamaan dan keberanian dengan daya juang tinggi dapat mempertahankan setiap jengkal gedung sate dan membuat mereka bertempur hingga tetes darah penghabisan.Katanya, peristiwa tersebut menyebabkan gugurnya tujuh orang pegawai PU, yakni Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Sapta Taruna. Hal itu menjadi tonggak sejarah, bukti dari semangat berbakti untuk bumi pertiwi.Lanjutnya, militansi dan daya juang yang tinggi dari Pahlawan Sapta Taruna tersebut menjadi nafas setiap insan PUPR dalam bertugas, terlebih saat ini dimana pembangunan infrastruktur sedang digenjot untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, termasuk dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.“Tema Hari Bhakti PU tahun ini ‘Bakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa’, mengajak kita semua untuk meningkatkan kerja sama dan kekompakan dalam menuntaskan misi pembangunan infastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR,” ungkapnya. Leih lanjut dikatakan, tidak terasa sudah memasuki akhir tahun ke-3 Kabinet Kerja dibawah Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Berbagai capaian Kementerian PUPR telah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, antara lain untuk ketahanan air dan pangan, telah diselesaikan 9 (sembilan) bendungan (Jatigede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, Teritip, Raknamo, dan Tanju) dan sedang dikerjakan secara paralel sebanyak 30 bendungan di seluruh wilayah Indonesia.Kemudian, dalam rangka peningkatan konektivitas telah diselesaikan pembangunan 2.623 KM jalan baru (termasuk jalan trans dan perbatasan Papua, trans dan perbatasan Kalimantan, serta perbatasan NTT), jembatan baru bentang panjang, seperti jembatan tayan di Kalbar, jembatan Merah Putih di Ambon, dan jembatan Soekarno – Hatta di Manado. Adapun beberapa jembatan baru berbentang panjang kini tengah dibangun, seperti jembatan Teluk Kendari di Sultra dan Holtekamp di Jayapura.Selanjutnya, dari tahun 2015 hingga akhir tahun 2017 ini, Kementerian PUPR telah dapat mengoperasikan tambahan jalan tol baru sepanjang 568 km, yang merupakan bagian dari jalan tol trans Jawa dan trans Sumatera. Sedangkan, sampai akhir 2019, PUPR optimis untuk dapat menyelesaikan tol baru sepanjang 1.851 KM, dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan permukiman, telah dimulai pekerjaan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur yang telah direncanakan sejak 40 tahun yang lalu. “Kini kita tengah berupaya keras untuk mengembangkan beberapa SPAM lainnya melalui skema KBPU, seperti SPAM Bandar Lampung, Semarang Barat, dan Jatiluhur,” paparnya. (cad)
Bagikan artikel ini



