NABIRE – Sabtu (13/1) kemarin, bertempat di Kantor KPU Nabire sekitar pukul 15.30 WIT, telah digelar pertemuan antara KPU Kabupaten Nabire, Panitian Pengawas Pemilu (Panwaslu) Nabire dan Partai Politik (Parpol) dengan agenda penyampaian rekapitulasi hasil analisis sinkronisasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Nabire. Rapat ini dipimpin Ketua KPU Kabupaten Nabire, Nelius Agapa, ST didampingi Sekretaris KPU, Michael Mote, SH.,M.Hum dan anggota Panwas Nabire, Yulianus Nokuwo. Dalam penyampaiannya, Nelius Agapa mengatakan, rekapitulasi hasil analisis sinkronisasi DP4 dan DPT Pemilu terkini sebanyak 182.452 pemilih. “Terjadi pengurangan sebanyak 4.398 pemilih jika dibanding dengan DPT Pilkada Nabire tahun 2015, yakni sebesar 186.850 pemilih,” papar Nelius. Dikatakan Nelius, data tersebut merupakan hasil analisis sinkronisasi yang dilakukan oleh KPU RI, diindikasikan data pemilih yang berkurang sebesar 4.398 pemilih tersebut merupakan pemilih ganda. “Jumlah data pemilih 182.452 ini yang akan diturunkan ke Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk diteliti dan dicocokkan langsung di lapangan mulai tanggal 20 Januari hingga 18 Februari 2018 mendatang,” pungkas Nelius. Hadir dalam rapat ini, tujuh (7) orang perwakilan dari enam Parpol, masing-masing Partai Golongan Karya (Golkar) 2 perwakilan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), PKPI, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hanura.(wan/ist)