Jayapura - Komisi E DPR Papua bidang Pendidikan dan Kesehatan meminta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen), Paulina Watopa agar legowo mundur dari jabatannya lantaran dianggap gagal memajukan fakultas Kedokteran yang dipimpinnya saat ini.   Ketua Komisi E DPR Papua, Kenius Kogoya mengatakan, pihaknya prihatin dan khawatir dengan kondisi Fakultas Kedokteran Uncen  yang ada saat ini sudah tidak stabil karena memiliki banyak masalah. "Kami sudah dua kali mengunjungi Fakultas Kedokteran Uncen, guna melihat sistim belajar mengajar yang ada. Namun kondisi di sana memang sudah sangat membuat mahasiswa itu tidak tenang untuk mendapatkan pengajaran secara baik karena satu kelas itu hampir mencapai seratus  orang bahkan lebih dari itu.  Ini sudah tidak wajar, oleh karena itu  bu Paulina harus legowo mundur dari jabatannya," kata Kenius kepada Pasific Post, Kamis (28/7) di Jayapura. Menurutnya, Dekan Fakultas Kedokteran Uncen yang ada sekarang harus legowo agar fakulta itu bisa lebih baik lagi kedepannya. "Itu yang kami harap itu, dia harus berjiwa besar untuk mundur dari jabatannya sebagai ketua dan Dekan. Dia harus legowo memberikan posisi itu kepada orang lain untuk memperbaiki manajemen Fakultas Kedokteran. Jika terus begini yang dikorbankan adalah mahasiswa yaitu anak-anak didik karena mereka tidak bisa mendapatkan pengajaran secara baik dan fasilitas juga tidak memadai," ujarnya. Menurutnya, hal ini sangat riskan karena lulusan fakultas kedokteran berhubungan dengan nyawa manusia. Ini bukan sentuhan tanaman ataupun binatang. Untuk itu diharapkan lulusan kedokteran Uncen itu juga harus berkualitas seperti lulusan di universitas lain. "Jadi kami sama-sama mendukung supaya managemen ini diperbaiki tetapi kami juga minta supaya dia harus letakkan posisi jabatannya dan berikan kepada yang lain untuk  memperbaiki managemen secara baik pula. Ini agar prose belajar mengajar itu berjalan normal," tandas Kenius. Ia menambahkan, jika tak ada, ini tentu yang akan rugi adalah mahasiswa. Lalu siapa yang akan disalahkan. "Apakah mahasiswa, apakah managemen atau siapa. Jadi kami meminta supaya ini harus segera di perbaiki prosesnya terutama dalam proses belajar mengajarnya serta managemennya. Ya itu mungkin dengan salah satu cara ibu dia harus mundur secara berjiwa besar," tutup Kenius.