JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Puncak terus memperkuat sektor transportasi udara melalui pembenahan manajemen PT Aviasi Puncak Papua (Amolle Air). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (7/5/2026), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut resmi melakukan perombakan jajaran manajemen sebagai langkah strategis meningkatkan kinerja perusahaan.

Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni, yang hadir langsung dalam forum tersebut menegaskan, pergantian direksi menjadi momentum penting untuk menghadirkan semangat baru dalam pengelolaan perusahaan penerbangan milik daerah itu.

Menurut Thomas, manajemen baru diharapkan mampu bekerja lebih progresif, profesional, dan fokus pada peningkatan pelayanan sekaligus kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Semoga dengan perubahan ini, ke depan ada kemudahan dalam rangka peningkatan PAD serta pelayanan penerbangan yang lebih prima bagi masyarakat Puncak,” ujar Thomas Tabuni.

Ia mengakui, dalam beberapa waktu terakhir PT Aviasi Puncak Papua menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kendala operasional hingga capaian pendapatan yang dinilai belum maksimal. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Puncak di bawah kepemimpinan Bupati Elvis Tabuni tetap menunjukkan komitmen kuat untuk membesarkan Amolle Air sebagai tulang punggung transportasi udara masyarakat pedalaman.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah daerah bersama DPRK telah menyepakati sejumlah langkah penguatan armada dan operasional perusahaan. Salah satunya adalah rencana penambahan modal melalui APBD Induk Tahun 2027 guna mendatangkan satu unit pesawat baru.

Selain itu, dalam waktu dekat pemerintah juga akan membiayai penggantian mesin atau overhaul pada armada yang saat ini masih beroperasi agar pelayanan penerbangan tetap berjalan optimal.

“Saya juga menekankan bahwa aset perusahaan dibeli menggunakan uang rakyat, sehingga manfaatnya harus kembali dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat Puncak,” tegas Thomas.

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Puncak itu turut menyoroti pentingnya aspek keselamatan penerbangan. Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Puncak yang didominasi wilayah pegunungan dengan cuaca ekstrem membutuhkan standar operasional yang lebih ketat.

Karena itu, DPRK mendorong manajemen baru untuk memperkuat sumber daya manusia, khususnya di sektor penerbangan, dengan mengombinasikan pilot lokal dan pilot asing yang memiliki pengalaman serta jam terbang tinggi di wilayah pegunungan Papua.

“Medan pegunungan Papua memerlukan keahlian khusus dan jam terbang tinggi. Belajar dari pengalaman sebelumnya, keselamatan kini harus menjadi prioritas utama manajemen,” katanya.

Thomas menilai kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan kualitas operasional internal Amolle Air sekaligus meminimalisasi risiko penerbangan di daerah yang memiliki tantangan geografis berat.

“Kolaborasi pilot diharapkan mampu meningkatkan standar operasional internal Amolle Air,” ungkapnya.

Dengan semangat baru pasca-perombakan manajemen, PT Aviasi Puncak Papua diharapkan tidak hanya menjadi perusahaan penerbangan daerah semata, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi serta jembatan udara yang aman dan andal bagi masyarakat Kabupaten Puncak. (Diskominfo Puncak)