NABIRE - Pada saat pertemuan antara kepala sekolah dan lembaga perwakilan rakyat (DPRK) dan yang hadir Ketua Komisi B Bidang Pendidikan, Poppy Maya Amir Sawaka, didampingi Sepnat Maniawasi dan Khairil Amrillah, sementara dari pihak DPR Provinsi Papua Tengah, Khatarin Maruanaya dan Ev. Petrus Asso, S.Th, pada Selasa (17/6/25) lalu.

Dimana kelima dari lembaga perwakilan rakyat secara tegas mengatakan, sebagai lembaga perwakilan rakyat sangat mendukung adanya pembanngunan dua lantai di SMA Negeri 1 Nabire, karena ini satu-satunya sekolah menengah atas yang tertua dan menjadi pilihan lulusan SMP/MTs yang ingin melanjutkan sekolah menengah atas di Nabire.

Sementara berdasarkan penjelasan dari kepala sekolah, untuk pembangunan tambahan gedung baru di SMAN 1 sudah tidak ada lahan atau tanah kosong, sehingga solusinya hanya bisa dengan pembangunan dua lantai atau pembangunan ke atas sebagai jawaban untuk menjawab animo masyarakat untuk menyekolahkan putra dan putri mereka di SMAN 1 Nabire.

Saat turut hadir pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer mengatakan, pemerintah sangat memiliki kepedulian bagi dunia pendidikan yang ada di daerah ini dan pada tahun 2024 lalu, Bupati Nabire ingin adanya pembangunan dua lantai di SMAN 1 Nabire, namun dengan adanya regulasi rencana ini tidak ditindaklanjuti.

Sehingga untuk menjawab permintaan orang tua murid yang anak-anak mereka tidak bisa diterima, karena keterbatasan ruang kelas, selaku Kepala Dinas Pendidikan Nabire mengambil solusi, semua murid yang sudah mengikuti tes diterima dan dikhususkan bagi anak-anak yang berada atau tinggal di lingkungan Distrik Nabire dan lebih diutamakan jalur domisili.

Sementara itu, di tempat yang sama Kepala sekolah SMAN 1 Nabire, Yanus Arwam, S.Sos, menambahkan, segala sesuatu di sekolah ini tidak bisa pihak sekolah mengambil keputusan sendiri, tentunya harus melapor dan mendapatkan ijin resmi dari pimpinan, yakni Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.

Untuk itu, sesungguhnya para guru yang ada di SMAN 1 Nabire, bukan tidak mampu mendidik anak-anak masyarakat yang ada di daerah ini, tetapi yang menjadi kendala buat sekolah ini adalah jumlah ruang kelas yang tidak tersedia atau sangat kurang dan dengan kekurangan kelas sekolah tidak tinggal diam, tetapi berbagai upaya telah dilakukan.(des)