NABIRE - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Senin (22/01/24) pukul 17.00 WIT, bertempat di Kampung Air Mandidi Samabusa Distrik Teluk Kimi, atau tepatnya di lokasi belakang Pasar Samabusa, melakukan tatap muka dan menyerap aspirasi warga masyarakat melalui Hearing DPRD kelompok 3.


Kelompok 3 Hearing DPRD Kabupaten Nabire yang diketuai Hj. Katherin Maruanaya, dengan masing-masing anggota Karel Tabuni, Rohedi M. Cahya, Klemens Danomira dan Udin Mardin berjalan dengan suasana keakraban.


Katherin Maruanaya mengatakan, hearing DPRD Nabire adalah salah satu Tupoksi DPRD yang harus dijalankan, karena dengan hearing ini, apa yang menjadi aspirasi, masukan dan harapan warga masyarakat untuk diusulkan kepada pemerintah daerah melalui DPRD, dapat terwujud dan menjadi suatu kewajiban bagi DPRD Kabupaten Nabire, untuk membawa aspirasi tersebut hingga menghasilkan program eksekutif melalui OPD-OPD terkait dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam setiap tahun anggaran.


Sementara itu, Karel Tabuni, salah satu snggota DPRD Dapil III mengatakan, semua program yang diusulkan warga masyarakat tentunya selaku wakil rakyat selalu membawa hal tersebut hingga ke tingkat kabupaten. Contohnya, seperti jalan yang berada di Samabusa ini, hampir sebagian ini adalah berkat aspirasi masyarakat yang dibawa melalui sidang DPRD dan selalu disuarakan.


“Saya ini selalu berteriak di DPRD untuk saya punya wilayah, Jalan Korowa itu dulu tidak baik, tapi saya yang berteriak, makanya jalan itu sekarang ada. Dan masyarakat itu semua tahu. Mudah-mudahan saya masih dikasih kepercayaan masyarakat disini, pasti saya akan perjuangkan lagi,” ungkapnya.


Hal senada dikatakan anggota DPRD Nabire lainnya, yang juga merupakan politisi muda asal Partai Amanat Nasional (PAN), Rohedi M. Cahya, banyak program dan aspirasi masyarakat yang mungkin sampai saat ini belum terealisasi, akibat anggaran pada masa pandemi Covid -19 direfocusing, kemudian Pilkada, dan anggaran APBD Nabire bisa berjalan maksimal setelah adanya bupati definitif sekitar tahun 2022, 2023.


Rohedi mengharapkan, kedepan warga Kampung Air Mandidi, khususnya yang berada di kompleks Pasar Samabusa bisa bahu-membahu membangun komunikasi dengan DPRD terkait hal-hal yang menjadi prioritas kepentingan umum. Dan tentunya, DPRD Nabire siap membawa aspirasi tersebut untuk diwujudnyatakan melalui usulan DPRD ke eksekutif.


Warga masyarakat Kampung Air Mandidi, khususnya warga masyarakat yang bearda di kompleks belakang Pasar Samabusa mengusulkan untuk bisa dibangun Terminal Angkutan Kota di Pasar Samabusa. Kemudian Jalan Agro yang berada di Kampung Zipur Samabusa juga menjadi usulan warga masyarakat, karena akses jalan tersebut sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah. Dan pengadaan air bersih di wilayah Samabusa juga menjadi usulan warga masyarakat dan menjadi prioritas, karena kondisi air di wilayah Samabusa tidak layak untuk dikonsumsi dan sangat sulit untuk mencari air bersih.(cad)